Toyota Minta Konsumen Tak Khawatir dengan Euro 4

Toyota Minta Konsumen Tak Khawatir dengan Euro 4
Toyota All New Voxy dan New Fortuner TRD diluncurkan di hari pertama GIIAS 2017, di Tangerang, Kamis 10 Agustus 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo/ Herman )
Ridho Syukro / HK Senin, 24 September 2018 | 19:54 WIB

Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) meminta konsumen tidak khawatir dengan diberlakukannya standar Euro 4 untuk mobil pada Oktober 2018. Alasannya, beleid Euro 4 tidak menyinggung soal ambang batas emisi bagi kendaraan yang sudah diproduksi atau dibeli konsumen sebelum aturan ini efektif diberlakukan.

Pasal 2 ayat 1 Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 mengenai Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih Tipe Baru Katagori M, N dan O menyebutkan, setiap usaha dan/atau kegiatan produksi kendaraan bermotor tipe baru wajib memenuhi ketentuan Baku Mutu Emisi Gas Buang standar Euro 4.

Pasal tersebut menyebutkan, mesin kendaraan baru yang boleh atau diizinkan untuk dijual dan digunakan di Indonesia adalah yang sudah memenuhi ketentuan standar Euro 4. Itu artinya, dalam peraturan yang dijadwalkan efektif berlaku pada Oktober mendatang, Euro 4 hanya diwajibkan untuk kendaraan baru, bukan kendaraan lama atau yang sudah ada di tangan konsumen.

“Peraturan ini hanya menekankan pada kewajiban terhadap pelaku industri, bukan kewajiban pelanggan, sehingga mereka ini tidak perlu khawatir," ujar Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto di Jakarta, Senin (24/9).

Sebagai agen pemegang merek (APM), dia menuturkan, TAM memastikan akan memenuhi ketentuan tersebut. Itu artinya, semua mobil Toyota dipastikan sudah memenuhi standar Euro 4. Bagi konsumen yang ingin menaikkan standar Euro 2 menjadi Euro 4 bisa mengganti converter.

Pengamat otomotif yang juga dosen teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengatakan, mobil Euro 4 tak masalah menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk Euro 2. Tapi, dari sisi performa, proses pembakaran akan lebih baik jika menggunakan BBM Euro 4. karena kadar sulfur rendah.

Seiring diberlakukannya Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017, PT Pertamina juga diharuskan menyediakan BBM dengan kadar oktan (RON) di atas 92, yang bisa digunakan kendaraan Euro 4. Secara bertahap, Pertamina diminta mengurangi pasokan BBM dengan RON di bawah 92. Mobil lama juga bisa memakai bensin dengan RON di atas 92.

Tenggang waktu Euro 4 mencapai 1 tahun enam bulan, terhitung sejak peraturan dikeluarkan pada 2017. Itu artinya, aturan ini efektif diberlakukan pada Oktober 2018. Bagi kendaraan berbahan bakar diesel, tenggang waktunya diberikan empat tahun, baru efektif pada 2021. 



Sumber: Investor Daily