Pertamina Luncurkan Stasiun Pengisian Energi Kendaraan Listrik

Pertamina Luncurkan Stasiun Pengisian Energi Kendaraan Listrik
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, di acara pelucuran pilot project dari Green Energy Station (GES), di SPBU Pertamina Kuningan, Jakarta, Senin, 10 Desember 2018. ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FMB Senin, 10 Desember 2018 | 17:46 WIB

Jakarta - Dunia otomotif global saat ini tengah mengalami pergeseran dari Internal Combustion Engine (ICE) ke Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Electric Vehicles (EV). Kondisi ini diprediksi mengakibatkan pengisian baterai kendaraan jenis PHEV dan EV akan menjadi substitusi bagi pengisian bahan bakar untuk kendaraan yang saat ini dijalankan PT Pertamina (Persero).

Melihat adanya peluang dari pergeseran tren tersebut, Pertamina meluncurkan pilot project dari Green Energy Station (GES) sebagai ekosistem baru untuk kendaraan listrik di Indonesia. Pilot project dari GES ini berada di SPBU Pertamina Kuningan, Jakarta Selatan.

"Peluncuan pilot project Green Energy Station ini menunjukkan bagaimana kita beradaptasi dengan perkembangan teknologi ke arah renewable energy. Ke depan, tentunya kita akan menambah Green Energy Station seperti ini ke seluruh penjuru Indonesia," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, di pelucuran Pilot Project GES, di Jakarta, Senin (10/12).

Dipaparkan oleh Nicke, dalam menghadirkan SPBU GES ini, ada tiga konsep yang diusung Pertamina, yaitu green, future, dan digital. Untuk konsep green, SPBU GES di Kuningan ini telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan listrik di SPBU tersebut. Sementara konsep future diwujudkan melalui kehadiran stasiun pengisian energi untuk kendaraan listrik.

"Untuk konsep digital, kita sudah menerapkan metode pembayaran cashless, serta adanya self-service," ujar Nicke.

Di SPBU Pertamina Kuningan, saat ini telah terpasang empat unit charging station, di mana dua unitnya merupakan tipe fast charging yang mampu mengisi penuh baterai kendaraan listrik dalam waktu kurang dari 15 menit, dan dua unit lainnya merupakan tipe normal charging. Pada SPBU GES, nantinya juga akan disediakan fasilitas swapping battery untuk motor listrik.

Tahun depan, rencananya Pertamina juga akan membuka SPBU yang khusus melayani pengisian energi untuk kendaraan listrik, di Kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan.

Hadirnya SPBU GES dari Pertamina ini juga disambut baik oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Fasilitas ini menurutnya bisa menjadi solusi untuk pemilik kendaraan listrik yang membutuhkan teknologi fast charging.

"Pertamina telah menerapkan energi baru terbarukan di kegiatan usahanya. Untuk SPBU yang memiliki tempat besar, ke depannya saya berharap bisa disediakan area khusus untuk GES seperti ini, sehingga nantinya tidak terjadi antrean dengan kendaraan lain karena proses charging yang masih lama," pesan Jonan.

Di Indonesia sendiri, target pengembangan kendaraan listrik sudah menjadi bagian dari roadmap pengembangan kendaraan bermotor nasional. Di dalam peta jalan tersebut, pada tahun 2025, ditargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaraan emisi karbon rendah, termasuk kendaraan listrik.



Sumber: BeritaSatu.com