2018. Pangsa Pasar Toyota Turun

2018. Pangsa Pasar Toyota Turun
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi memberi keterangan kepada media di sela acara peluncuran sedan Camry terbaru, di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / YUD Selasa, 8 Januari 2019 | 15:53 WIB

Jakarta - Sepanjang tahun 2018, dominasi Toyota di pasar otomotif dalam negeri masih sangat kuat. Meskipun terjadi penurunan penjualan maupun pangsa pasar, posisi Toyota sebagai market leader belum tergoyahkan.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi memaparkan, sepanjang 2018 lalu, penjualan wholesales mobil Toyota mencapai sekitar 352.000 unit, sementara angka ritel-nya sekitar 357.000 unit. Sebagai perbandingan, di tahun sebelumnya penjualan mobil Toyota baik wholesales maupun ritel berada di atas angka 370.000 unit.

"Di tahun 2018, memang terjadi sedikit penurunan. Tahun 2017, market share Toyota ada di angka 34%, sementara di 2018 sekitar 31%. Tapi ini sudah sesuai ekspekasi kita kalau melihat kompetisi dan kondisi market di 2018," kata Anton Jimmi, di sela acara peluncuran sedan Camry terbaru, di Jakartan Selasa (8/1).

Menurut Anton, ada banyak faktor yang membuat market share Toyota pada 2018 lalu mengalami penurunan, salah satunya adalah persaingan dengan produsen otomotif lain yang semakin ketat.

"Ada banyak kombinasi, mulai dari sisi kompetisi yang semakin berat, lalu ada faktor lain di segmen tertentu seperti LCGC terkait isu leasing. Tapi kita juga sudah memperhatikan hal itu dan memperbaiki beberapa hal," ungkapnya.

Target 2019

Untuk pencapaian di tahun 2019, Anton tetap optimisti market share Toyota akan tetap berada di nomor satu dan stabil di atas angka 31%. Apalagi akan ada beberapa peluncuran model terbaru, salah satunya Toyota Avanza yang selama ini dikenal sebagai mobil terlaris.

"Untuk 2019, kita tetap ingin mempertahankan market share di level sekitar 31%. Untuk unitnya, itu sangat bergantung pada market. Kalau misalkan sama dengan 2018, kira-kira capaiannya akan sama," ujar Anton.

Presiden Direktur TAM, Yoshihiro Nakata juga memprediksi pasar otomotif dalam negeri akan tetap stabil. Kalaupun ada kenaikan penjualan, menurutnya tidak akan secara drastis.

"Tahun ini, para kompetitor tentu saja akan meluncurkan sejumlah new product. Kami juga tidak mau tertinggal untuk memperkuat pilihan di semua segmen," ujar Nakata.

Di pasar global sendiri, Indonesia merupakan pasar terpenting bagi Toyota. Angka penjualannya merupakan yang terbesar keempat di bawah Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.



Sumber: BeritaSatu.com