38 Mobil Baru Meluncur Tahun Ini, MPV dan SUV Jadi Favorit

38 Mobil Baru Meluncur Tahun Ini, MPV dan SUV Jadi Favorit
Sejumlah mobil Mitsubishi Xpander yang akan diekspor memasuki kapal pengangkut di PT Indonesia Kendaraan Terminal atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, 25 April 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Ridho Syukro / Leonard Arifin Livia C / HA Selasa, 29 Januari 2019 | 00:33 WIB

Jakarta - Sekitar 38 model mobil baru, baik versi penyegaran (facelift) maupun yang benar-benar baru (all new), bakal meluncur tahun ini. Kehadiran mobil-mobil baru ini bakal menggairahkan pasar mobil domestik atau minimal menahan kejatuhan penjualan.

Dari sekian banyak model baru yang dirilis, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia facelift paling menarik perhatian publik. Maklum, dua mobil ini adalah penentu pergerakan pasar mobil, lantaran berada di segmen tergemuk kendaraan multiguna bawah atau low multipurpose vehicle (LMPV). Kontribusi segmen LMPV terhadap total pasar sekitar 24%. Adapun porsi total segmen MPV, terdiri atas MPV menengah dan LMPV 30% lebih.

Selain itu, tahun lalu, terjadi pertarungan sengit antara Mitsubishi Xpander dan Avanza-Xenia. Xpander tercatat beberapa kali mengalahkan Avanza dalam penjualan bulanan dan menjadi model terlaris di Indonesia. Tak pelak lagi, Avanza dan Xenia facelift bakal menjadi serangan balik Toyota dan Daihatsu ke Mitsubishi. Alhasil, persaingan di segmen LMPV pada 2019 dipastikan kian sengit. Avanza dan Xenia facelift dirilis bulan ini.

Toyota tak hanya melepas Avanza facelift. PT Toyota Astra Motor (TAM) bakal meluncurkan enam model baru tahun ini. Selain Avanza facelift, All New Camry diprediksi melenggang pada 2019, setelah diperkenalkan di Thailand tahun lalu.

Segmen LMPV juga bakal kedatangan mobil lansiran Nissan yang berbasis Xpander. Ini terjadi lantaran Mitsubishi menjadi bagian dari aliansi Renault dan Nissan, sehingga berbagi sasis dan mesin menjadi hal lumrah.

Honda tak tinggal diam. Setelah melepas All New Brio tahun lalu, Honda bakal melansir All New Mobilio yang satu platform dengan Brio. Honda juga diprediksi melepas crossover WR-V.

Di luar LMPV, segmen SUV juga bakal diserbu pemain baru. Suzuki kemungkinan besar melepas All New Jimny yang menyedot perhatian pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Mobil ini rencananya dilokalisasi dengan memakai mesin bensin Ertiga baru.

Wuling, pemain asal Tiongkok, turut masuk segmen SUV melalui Almaz. Hal ini diikuti oleh pemain Tiongkok lainnya, DFSK, kendati nama modelnya belum diketahui.

Di segmen mobil komersial, Mitsubishi kabarnya akan melansir New Triton yang sudah hadir di Thailand. Para pabrikan mobil premium, seperti Mercedes Benz (Mercy) dan BMW juga bakal agresif melepas mobil baru tahun ini.

Mercy bakal melepas model all new di segmen SUV. Pabrikan Jerman ini juga akan menghadirkan B-Class. CLA 4-door Coupe, CLA Shooting Brake, edisi penyegaran GLC dan GLC Coupe, GLE, GLS, dan satu mobil kecil baru.

Rivalnya sesama Jerman, BMW, akan melansir lima mobil baru, terdiri atas BMW X5, BMW Seri 3, BMW Z4, BMW M5, dan BMW 8 Series. Kabar lainnya, Porsche 911 dan SUV Porsche Macan bakal dirilis tahun ini, demikian pula dengan Proton X70, Range Rover Evoque, VW T-Roc, Hyundai Tucson, Hyundai Grand i10, Mazda3, Infiniti Q30, Jaguar XE, Audi A4, Audi Q8, dan Lexus UX.

Mercedes-Benz E 350 EQ Boost

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil 2019 stabil dari estimasi 2018 sebanyak 1,1 juta unit. Per November 2018, penjualan mobil naik 7% menjadi 1,063 juta unit dari periode sama tahun sebelumnya 994.799 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, penjualan mobil sangat dipengaruhi oleh kehadiran model baru. Biasanya, konsumen langsung tertarik jika ada produk baru yang dikeluarkan agen pemegang merek (APM).

"Sama seperti baju, jika ada yang baru, pasti konsumen membelinya, begitu juga dengan kendaraan,” ujar dia ketika dihubungi Investor Daily di Jakarta, Jumat (4/1).

Model baru, kata dia, punya daya tarik tersendiri dan bisa mendorong penjualan mobil. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, kebanyakan produk baru yang dikeluarkan berada di segmen MPV dan SUV. “Produk baru yang dicari juga dilihat berdasarkan harganya. Jika terjangkau, biasanya diburu konsumen,” kata dia.

Jongkie menilai, dengan maraknya peluncuran model baru, target penjualan mobil 2019 sebanyak 1,1 juta unit cukup realistis. Selain model baru, penjualan mobil dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tahun ini masih sekitar 5%.

Rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru 87 unit per 1.000 orang.

Dalam pandangan Jongkie, hal lain yang memengaruhi pasar mobil adalah pergerakan suku bunga acuan, yang menentukan bunga kredit kendaraan bermotor (KKB). Saat ini, sekitar 70% pembelian mobil menggunakan skema kredit dengan bantuan perusahaan pembiayaan (multifinance).

Jika bunga acuan naik, demikian Jongkie, bunga KKB terkerek, sehingga cicilan kredit membengkak. Hal ini akan membuat orang tidak sanggup membeli mobil, sehingga penjualan bisa turun.

Faktor kedua, kata dia, adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan situasi politik. Sejauh ini, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi pada 2019.

Jongkie menambahkan, jenis mobil yang paling laris pada 2019 diprediksi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu MPV dan SUV. MPV dicari karena harganya terjangkau dan mampu menampung banyak penumpang, sedangkan SUV dicari untuk mendukung gaya hidup (lifestyle).

Toyota Veloz

Selain itu, harga sejumlah varian LMPV di bawah Rp 200 juta, sedangkan varian menengah dan tertinggi masih di level Rp 200 jutaan. “Dengan income per capita USS 3.600, 50% mobil yang terjual ada di segmen di bawah Rp 200 juta dan Rp 200 jutaan. Harga sebesar itu sesuai dengan daya beli masyarakat Indonesia," ucap Jongkie.

Dia menilai, prospek penjualan mobil Indonesia masih sangat menjanjikan. Sebab, rasio kepemilikan mobil di negara ini baru 87 unit per 1.000 orang, jauh di bawah negara tetangga, seperti Malaysia 450 unit per 1.000 orang dan Thailand 220 unit per 1.000 orang.

"Kalau kita melihat data ini, potensi pasar mobil untuk meningkat masih sangat besar. Saya bayangkan kalau naik 1 saja dari 87 ke 88, berati penjualan akan naik 260.000 unit. Ini bisa saja, karena penduduk Indonesia besar, 250 juta orang," ujar Jongkie.

Untuk meningkatkan penjualan, Jongkie mengatakan, pihaknya terus berdiskusi dengan pemerintah untuk menyesuaikan tarif pajan penjualan barang mewah (PPnBM) sedan kecil dari 30% menjadi 10%, sama seperti MPV dengan kubikasi mesin di bawah 2.000 cc.

Dia menilai, penjualan mobil di Indonesia masih pincang. MPV laku di pasaran, karena harganya terjangkau, sedangkan penjualan sedan anjlok, karena dikenakan tarif pajak tinggi.

Saya bayangkan kalau naik 1 saja dari 87 ke 88, berati penjualan akan naik 260.000 unit.

Di sisi lain, dia menuturkan, pertumbuhan pasar mobil 7% hingga November 2018 disumbangkan oleh kenaikan penjualan kendaraan komersial, khususnya truk. Pada periode ini, penjualan truk melonjak 30%. Hal ini dipicu maraknya pembangunan infrastruktur dan geliat sektor logistik.

"Selain itu, harga komoditas pertambangan cukup baik, sehingga ini menggerakkan permintaan truk. Adapun penjualan sedan anjlok 22%, MPV naik 4%, dan mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) turun 3%,” kata dia.

Pada periode ini, Toyota masih menjadi pemimpin pasar mobil dengan penjualan 325.500 unit, turun dari 347.626 unit. Daihatsu berada di posisi kedua dengan penjualan 186.449 unit, lalu Honda 147.002 unit, Mitsubishi 133.966 unit, dan Suzuki 109.698 unit. Mitsubishi mampu mencetak pertumbuhan penjualan 97%, berkat kehadiran Xpander.

Kiprah APM
Sementara itu, Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto memastikan Toyota akan melepas sekitar enam model baru tahun ini. Tujuannya untuk menarik minat masyarakat membeli mobil baru. Model baru yang dirilis terdiri atas versi perbaikan (improvement), minor change, hingga all new.

Hanya saja, Soerjo enggan menyebutkan nama-namanya, termasuk ketika ditanya soal Avanza facelift. Dia hanya menyebutkan mobil ini akan dirilis dalam waktu dekat.

Menurut dia, MPV masih akan menjadi varian yang paling banyak dibeli oleh masyarakat tahun ini. Sebab, calon pembeli di segmen inilah merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Alasan lainnya, kata Soerjo, lembaga keuangan akan semakin selektif pada 2019 untuk menghindarkan kredit macet (nonperforming loan/NPL). “Sepanjang 2018, penjualan LCGC turun sekitar 4-5%, karena lembaga keuangan semakin selektif setelah ada peningkatan NPL. Jadi, kalau melihat secara kelayakan (pemberian kredit), calon pembeli di segmen low MPV itu lebih tinggi (kelayakannya),” papar dia.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy enggan menanggapi kabar peluncuran Mobilio baru dan WR-V. Dia hanya menyatakan, All New Brio bakal tetap menjadi produk terlaris Honda pada 2019, sama seperti 2018.

All New Brio, kata dia, tidak hanya laris di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga menjangkau daerah lain. November 2018, Brio anyar menjadi produk terlaris Honda dengan penjualan 8.152 unit atau 51% dari total penjualan sebanyak 15.845 unit.

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) juga enggan berkomentar soal kehadiran LMPV berbasis Xpander. Hana Maharani, kepala komunikasi NMI, menyatakan, pihaknya memiliki rencana jangka menengah hingga 2022, dengan agresif melepas model baru.

Hana enggan menyebutkan nama mobil-mobil baru yang bakal dilepas Nissan. Akan tetapi, dari laporan Nikkei, Nissan akan menjual LMPV berbasis Xpander tahun ini.



CLOSE