Pasar Mobil Bekas Naik, City Car Jadi Primadona Baru

Pasar Mobil Bekas Naik, City Car Jadi Primadona Baru
Ilustrasi mobil bekas. ( Foto: Yumbla )
Herman / WBP Selasa, 5 Februari 2019 | 13:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seperti halnya pasar kendaraan baru yang mengalami sedikit kenaikan, penjualan mobil bekas sepanjang 2018 lalu juga mencatatkan pertumbuhan positif. Hal ini terlihat dari penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, salah satu pusat penjualan mobil bekas terbesar di Indonesia.

Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga 2, Herjanto Kosasih menyampaikan, tahun lalu, bursa mobil bekas WTC Mangga Dua berhasil menjual lebih dari 38.000 unit mobil bekas, lebih tinggi dari target yang sudah ditetapkan sebelumnya yakni 35.000 unit.

"Walaupun tidak terlalu signifikan, tapi ada kenaikan penjualan di 2018 kalau dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 37.000-an unit," kata Herjanto Kosasih saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (5/2).

Model multi purpose vehicle (MPV) seperti Avanza masih jadi mobil favorit. Apalagi unit mobil bekas yang tersedia juga cukup banyak dibandingkan model lainnya. Namun Herjanto memberi catatan khusus terhadap mobil-mobil dengan dimensi kecil seperti city car yang mengalami pertumbuhan penjualan paling tinggi.

"Di pasar mobil bekas, memang sudah terlihat adanya shifting. Minat untuk beli MPV perlahan turun, sementara segmen city car pertumbuhan penjualannya sangat tinggi," papar Herjanto.

Pergeseran ini menurut Herjanto dikarenakan sejumlah faktor. Selain harganya yang kompetitif, jenis kendaraan ini banyak dipilih lantaran ukurannya yang kecil, sehingga dianggap ideal di kota besar yang identik dengan kemacetan dan keterbatasan lahan parkir.

Namun, situasi sulit masih dihadapi para pemilik showroom mobil bekas yang berdiri sendiri, tidak tergabung dalam bursa mobil bekas yang menyediakan banyak layanan. Menurut Herjanto, saat ini konsumen lebih memilih untuk beli mobil seken di tempat-tempat yang menghadirkan konsep one stop shopping dengan berbagai layanan, mulai dari lembaga pembiayaan kredit hingga asuransi.

"Untuk showroom mobil bekas yang stay alone, kondisinya memang berat. Konsumen sekarang lebih memilih yang menghadirkan konsep one stop shopping. Kalau di WTC Mangga Dua, ada pilihan 3.000 mobil bekas yang tersedia dari berbagai model, sehingga kami tidak terlalu terkena dampak dari penurunan daya beli masyarakat yang sebetulnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir," papar Herjanto.



Sumber: BeritaSatu.com