2019, Pasar Moobil Bekas Diprediksi Stagnan

2019, Pasar Moobil Bekas Diprediksi Stagnan
Ilustrasi mobil bekas ( Foto: Antara/Zabur Karuru )
Herman / WBP Selasa, 5 Februari 2019 | 13:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tahun 2019 yang merupakan tahun politik diprediksi akan memengaruhi sejumlah sektor, salah satunya pasar mobil bekas. Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga 2, Herjanto Kosasih memprediksi, pasar mobil bekas pada tahun ini akan stagnan seperti halnya yang diprediksi oleh para pelaku industri mobil baru.

"Untuk pasar mobil bekas, kondisinya memang agak lebih berat kerena tahun politik. Daya beli masyarakat kelihatannya akan berkurang," kata Herjanto saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (5/2).

Prediksi ini dilontakan Herjanto berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana pasar mobil bekas tidak banyak bergerak, khususnya untuk kategori mobil-mobil bekas menengah ke atas. "Kebanyakan orang lebih menahan untuk beli hingga selesai masa pemilu. Kita juga masih wait and see, mudah-mudahan saja dampaknya tidak terlalu besar," harap Herjanto.

Adanya aturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemberlakuan uang muka atau down payment (DP) nol persen untuk kendaraan bermotor juga diharapkan Herjanto bisa memberi dampak positif pada industri mobil bekas.

"Kalau ada yang bilang aturan DP nol persen bisa jadi ancaman untuk industri mobil bekas, justru kami melihatnya sebagai peluang. Setiap ada pembelian mobil baru, pasti kan ada mobil lama yang keluar (dijual). Efeknya, harga penjualan mobil seken akan turun, dari situ akan nambah (penjualan), " tutur Herjanto.



CLOSE