Pasar Otomotif Nasional Tertekan

Pangsa Pasar Daihatsu Meningkat

Pangsa Pasar Daihatsu Meningkat
Manajemen Daihatsu di Indonesia memberikan paparan tentang pasar otomotif dan kinerja penjualan Daihatsu sepanjang Januari-April 2019 di Jakarta, Kamis (9/5/2019). Kegiatan itu ditutup dengan buka puasa bersama jurnalis. ( Foto: suarapembaruan / Yuliantino Situmorang )
Yuliantino Situmorang / YS Kamis, 9 Mei 2019 | 20:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penjualan otomotif nasional di kuartal pertama 2019 belum menggembirakan. Hal itu dipengaruhi adanya ketidakpastian ekonomi di tahun politik saat ini termasuk kondisi harga komoditas CPO dan batubara yang masih lesu.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel otomotif nasional sepanjang Januari-April 2019 mencapai 340.118 unit atau turun 11,8% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Penjualan ritel Daihatsu juga turun. Selama Januari hingga April 2019, penjualan Daihatsu mencapai 60.706 unit atau turun 6,4% dari periode yang sama di 2018.

Meskipun penjualan turun, namun pangsa pasar Daihatsu melonjak jika dibandingkan tahun lalu. Sepanjang Januari hingga April, Daihatsu meraih pangsa pasar 17,8%, sedikit di atas target awal sebesar 17%. Pada periode yang sama tahun lalu, pangsa pasar Daihatsu sebesar 16,8%.

"Walaupun penjualan turun sedikit, kami masih bersyukur karena penurunan kami masih lebih baik dibanding penurunan pasar. Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah memilih Daihatsu sebagai kendaraan mereka," tutur Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra saat acara buka puasa Manajemen Daihatsu bersama jurnalis di Jakarta, Kamis (9/5/2019) sore.

Hadir pada kesempatan itu Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso, Corporate Planning and Comunication Division Head ADM Elvina Afny, dan puluhan jurnalis dari berbagai media massa nasional.

Amelia menjelaskan, pemicu lesunya pasar otomotif nasional setidaknya dipengaruhi tiga hal. Pertama, bujet infrastruktur dari pemerintah sudah habis dan menunggu proyek selanjutnya dari pemerintah baru hasil Pemilu 2019.

“Jadi masih menunggu setelah Oktober nanti, mau spending berapa pemerintah baru untuk infrastruktur?” tambah dia.

Pemicu kedua adalah harga minyak kelapa sawit (CPO) dunia yang masih rendah di tengah tidak seimbangnya pasokan yang tinggi dengan permintaan yang rendah.

Pemicu ketiga, harga batubara yang masih lesu, padahal Indonesia merupakan pengekspor batubara ke berbagai belahan dunia. Hal itu mengakibatkan permintaan terhadap kendaraan komersial seperti truk turun.

“Jadi bukan sekadar pemilu, tapi banyak faktor. Pemilu hanya melihat satu faktor, yakni menunggu kepastian Oktober mendatang. Semoga nanti, setelah ada pemerintah baru, ada stimulus-stimulus positif, sehingga pasar otomotif bergairah kembali,” tambah Amelia.

Sementara itu, Elvina menjelaskan, penjualan ritel Daihatsu masih didominasi Sigra dengan penjualan 16.860 unit (27%), diikuti Gran Max Pick Up sebanyak 12.065 unit (19,9%), lalu Terios sebesar 8.698 unit (14,3%), Xenia sebanyak 8.566 unit (14,1%), dan Ayla sebanyak 8.140 unit (13,3%), serta Gran Max Minibus sebanyak 4.739 unit (7,8%), serta gabungan Luxio, Sirion, dan Hi-Max sebesar 1.638 unit atau memberi kontribusi 2,7%.

Pada kesempatan yang sama, Hendrayadi mengatakan, menjelang Idul Fitri, biasanya permintaan untuk produk baru meningkat sekitar 5-10%. Diharapkan momen itu bisa mendongkrak penjualan tahun ini.

Ia mengakui, pasar otomotif tahun ini agak mengherankan. “Di lapangan kami sedikit kebingungan. Kita melihat faktor pemilu sedikit mempengaruhi, karena memang Pemilu-nya panas, sehingga banyak pihak yang menunda pembelian. Terutama customer fleet yang kontribusinya besar bagi penjualan Daihatsu sekitar 12 persen. Kalau hasil (Pemilu) baik-baik saja, semoga semester kedua akan lebih baik ketimbang semester pertama,” papar Hendrayadi.

Ia juga optimistis menjelang Lebaran, pasar otomotif akan semakin baik. Walaupun tidak memiliki produk baru yang diperkenalkan ke publik, tetapi pihaknya sudah menyiapkan sejumlah strategi seperti mempergencar aktivitas promosi.

“Kami tetap lakukan aktifitas promosi yang cukup gencar. Kami undang customer datang ke showroom. Menggelar showroom event, dan memberi paket kredit yang menarik. Apalagi, 75 persen pola pembelian mobil Daihatsu adalah melalui skema kredit,” tutur Hendrayadi.

Tetap Peringkat Dua
Beberapa waktu lalu, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto mengaku optimistis target penjualan otomotif sebanyak 1,1 juta unit tahun ini dapat tercapai.

Hal itu melihat pencapaian kuartal pertama 2019. Pada kuartal I/2019 penjualan ritel 259.291 unit atau turun 10,8 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Jongkie menilai, kendati menurun, tetapi pencapaian penjualan secara keseluruhan masih sesuai jalur menuju target penjualan tahunan.

“Sejauh ini masih sesuai harapan. Kami optimistis target penjualan selama satu tahun yakni sekitar 1,1 juta akan tercapai," ujarnya.

Tahun lalu, penjualan otomotif nasional memang belum bersinar, walaupun masih lebih baik dari 2017. Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang 2018, penjualan ritel otomotif nasional sebesar 1.152.641 unit, tahun sebelumnya sebanyak 1.067.396 unit.

Tahun 2018 itu, Toyota masih memimpin penjualan otomotif nasional, walaupun volume penjualan dan pangsa pasarnya turun. Toyota meraih 356.063 unit, turun dari tahun 2017 yang sebesar 370.015 unit. Pangsa pasar Toyota sebesar 30,9%, turun lumayan tinggi dari tahun sebelumnya yang 34,7%.

Daihatsu berada di urutan kedua penjualan otomotif nasional di bawah Toyota. Berbeda dengan saudara kandungnya Toyota yang penjualan dan pangsa pasarnya anjlok, ternyata penjualan Daihatsu di 2018 malah meningkat. Daihatsu menutup 2018 dengan penjualan total sebanyak 200.178 unit. Jumlah itu meningkat drastis dari tahun sebelumnya yang sebesar 185.240. Dari angka itu, Daihatsu meraih pangsa pasar 17,4%, sama seperti tahun sebelumnya. Torehan ini merupakan prestasi tersendiri bagi Daihatsu karena sebagai runner up penjualan otomotif di Tanah Air selama 10 tahun berturut-turut.

Urutan ketiga dipegang Mitsubishi yang berhasil menggeser Honda. Mitsubishi meraih peningkatan penjualan yang drastis. Sepanjang 2018, Mitsubishi meraih penjuaan ritel 146.805 unit, tahun sebelumnya hanya 79.669 unit. Pangsa pasar Mitsubishi sebesar 12,7% yang sebelumnya hanya 7,5%.

Honda di urutan keempat memiliki catatan lesu. Honda menutup tahun 2018 dengan penjualan 162.956 unit, turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai 180.971 unit. Pangsa pasar Honda juga tergerus, dari semula 17% di 2017, menjadi 14,1%.



Sumber: Suara Pembaruan