Sedan dan SUV Dorong Kinerja Ekspor Mobil dari Indonesia

Sedan dan SUV Dorong Kinerja Ekspor Mobil dari Indonesia
Audi E-Tron SUV ( Foto: CarBuzz )
Herman / FER Selasa, 14 Mei 2019 | 20:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasar otomotif dalam negeri di kuartal pertama 2019 mencatatakan hasil yang buruk. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) baru mencapai 253.863 unit, turun 13,1 persen dibandingkan kuartal pertama 2018 yang mencapai 292.031 unit. Sementara itu, untuk penjualan dari dealer ke konsumen (ritel) mencapai 259.491 unit, turun 10,8 persen dibandingkan kuartal pertama 2018 yang mencapai 291.022 unit.

Bila pasar dalam negeri sedang lesu, lain halnya dengan pasar ekspor. Di kuartal pertama 2019, total ekspor mobil dari Indonesia dalam bentuk utuh atau completely built-up (CBU) mencapai 70.619 unit, naik 25,6 persen dibandingkan kuartal pertama 2018 yang mencapai 56.237 unit.

"Di tengah kondisi pasar dalam negeri yang mengalami penurunan, kami bangga menyampaikan bahwa pasar ekspor kita naik lebih dari 20 persen. Ini sesuai dengan keinginan pemerintah bahwa Indonesia akan menjadi basis produksi kendaraan-kendaraan yang diekspor ke berbagai negara," kata Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi, di acara konferensi pers pelaksanaan GIIAS 2019, di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan ekspor mobil pada tahun ini bisa tembus 400.000 hinga 450.000 unit. Sementara di 2018 lalu capaian ekspornya 264.553 unit dalam bentuk CBU, dan dalam bentuk completely knocked down (CKD) atau terurai sebanyak 82.028, sehingga totalnya mencapai 346.581 unit.

Yohanes menyampaikan, kunci untuk meningkatkan pasar ekspor sebetulnya ada pada keragaman produk yang diekspor. Saat ini produsen otomotif di Indonesia lebih banyak memproduksi kendaraan segmen multi-purpose vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza, Kijang Inova, Mitsubishi Xpander, maupun Suzuki Ertiga. Sementara di luar negeri, pasar untuk segmen tersebut belum terlalu besar. Yang justru banyak digemari adalah kendaraan jenis sedan dan sport utility vehicle (SUV).

"Kita memang harus mengembangkan jumlah jenis kendaraan. Kalau hanya punya satu macam kendaraan saja seperti MPV, tentu market ekspornya menjadi sempit. Tetapi kalau kita juga punya sedan, SUV, dan kendaraan komersial, nantinya produk kita bisa diekspor ke mana saja. Ini yang kita inginkan dari pemerintah supaya peraturannya mendukung ke arah sana," kata Yohanes.

Terkait pasar dalam negeri yang lesu, Yohanes mengatakan sejauh ini Gaikindo belum akan merevisi target penjualan tahun ini yang ditargetkan mencapai 1,1 juta unit. Pasalnya hasil yang dicapai di kuartal pertama 2019 memang sudah diprediksi, mengingat ada pemilu Presiden dan legislatif, sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk wait and see.

"Sejauh ini tidak ada revisi penjualan. Kami juga tetap optimistis dengan penjualan di kuartal berikutnya yang akan membaik. Apalagi pertumbuhan ekonomi kita juga masih bagus di 5,07 persen pada kuartal pertama 2019, jadi kondisinya masih baik untuk industri otomotif," kata Yohanes.



Sumber: BeritaSatu.com