Pengembangan Kendaraan Listrik Butuh Insentif

Pengembangan Kendaraan Listrik Butuh Insentif
Pengisian baterai mobil listrik. ( Foto: Antara )
Leonard AL Cahyoputra / WBP Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peraturan Presiden (Perpres) No. 55/2019 mengamanatkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan insentif fiskal dan insentif nonfiskal untuk mempercepat program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani menyambut positif kebijakan tersebut. Terbitnya perpres itu dinilai sebagai tonggak baru dalam regulasi pengembangan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

“Ini merupakan upaya kuat dari pemerintah untuk mengakeselarasi pengembangan kendaraan bermotor listrik dan kami dari dunia usaha sangat mengapresiasi hal ini,” ungkap Rosan P. Roeslani di sela-sela forum diskusi Kajian Implementasi Kendaraan Elektrifikasi di Menara Kadin, Jakarta, Selasa, (27/8).

Rosan P. Roeslani menilai insentif sangat penting bagi produsen dan pelaku industri karena pengembangan mobil listrik saat ini masih relatif lebih mahal dibanding mobil konvensional karena teknologi baterai hingga pajak.

Di sisi lain, potensi dan peluang pengembangan kendaraan berbasis listrik di Indonesia cukup menjanjikan.

Saat ini, kata dia, industri otomotif Indonesia telah menjadi sebuah pilar penting dalam sektor manufaktur. Hal ini terbukti dengan banyaknya perusahaan otomotif yang membuka kembali pabrik-pabrik manufaktur mobil dalam upaya meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia.

Terlebih lagi, Indonesia mengalami transisi yang luar biasa karena berubah dari hanya menjadi tempat produksi mobil untuk diekspor, menjadi pasar penjualan (domestik) mobil yang besar karena meningkatnya produk domestik bruto (PDB) per kapita.

Seperti diketahui, terbitnya Perpres No. 55/2019 mendukung kebijakan pemerintah sebelumnnya, yakni Perpres No. 22/2017 tentang rencana umum energi nasional yang salah satunya mengamanatkan untuk mengembangkan kendaraan berteknologi listrik sebanyak 2.200 unit mobil listrik dan 711.000 unit mobil hybrid serta 2,1 juta unit sepeda motor listrik pada 2025.



Sumber: Investor Daily