Wuling Motors Segera Ekspor Almaz Produksi Indonesia ke Thailand

Wuling Motors Segera Ekspor Almaz Produksi Indonesia ke Thailand
Wuling Almaz ( Foto: istimewa )
Herman / CAH Selasa, 3 September 2019 | 18:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) tengah bersiap untuk mengekspor kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV) andalannya yang diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat. Model yang akan diekspor adalah Wuling Almaz, namun nantinya akan memakai nama Chevrolet Captiva di negara tujuan ekspor. Hal ini memungkinkan karena principal Chevrolet yakni General Motor (GM) merupakan salah satu pemilik perusahaan SGMW Motor, di mana Wuling berada di dalamnya.

“Untuk ekspor Almaz, akan mulai di semester kedua tahun ini. Sedikit lagi akan dimulai, tunggu saja,” kata Senior Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani, di sela acara perkenalan mobil listrik Wuling, di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Di tahap pertama ini, lanjut Dian, Wuling Almaz akan diekspor ke negara Thailand. Namun di tahuh mendatang, tidak menutup kemungkinan Almaz produksi Indonesia akan diekspor ke lebih banyak negara.

“Tahun ini ke Thailand dulu karena memang ada permintaan di sana. Rencananya sekitar 1.000-an lebih unit,” kata Dian.

Di luar Tiongkok yang merupakan negara asal Wuling, memang baru Indonesia yang memproduksi sendiri kendaraan Wuling. Total luas wilayah pabrik Wuling Motors di Cikarang adalah 60 hektar yang terdiri dari dua fasilitas utama, yaitu 30 hektar untuk pabrik manufaktur dan 30 hektar supplier park. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 120.000 unit kendaraan per tahun.

Produk pertama dari Wuling Motors yang diproduksi di Indonesia adalah seri Confero, disusul kemudian dengan Cortez dan Almaz. Wuling Motors juga memproduksi kendaraan Light Commercial Cehicle (LCV) bernama Formo.

Wuling Motors juga terus meningkatkan layanan purna jual, termasuk mengembnagkan jaringan diler yang ditargetkna mencapai 120 outlet pada tahun 2019 ini. Pada semester pertama 2019 lalu, total penjualan Wuling di Indonesia sudah mencapai sekitar 7.700 unit.

“Kontribusi tersebesar saat ini masih Almaz sekitar 52 persen, kemudian seri Confero 35 persen, sisanya Cortez dan Formo,” ungkap Dian.



Sumber: BeritaSatu.com