Tahun Ini, Esemka Produksi 3.000 Mobil Pick Up

Tahun Ini, Esemka Produksi 3.000 Mobil Pick Up
Presiden Joko Widodo meninjau pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat, 6 September 2019. ( Foto: Istimewa )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 6 September 2019 | 16:44 WIB

Boyolali, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pabrik dan prasarana produksi mobil nasional yakni PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) di Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menuturkan, sebagai produsen Esemka, PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) telah memiliki Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemperin) untuk enam jenis kendaraan roda empat.

“Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up single cabin yang diberi nama Bima - Esemka, lalu satu tipe penumpang double cabin yang diberi nama Digdaya-Esemka dan satu tipe lagi kendaraan penumpang minivan dengan nama Borneo– Esemka," tutur Airlangga Hartarto di sela mendampingi Presiden Joko Widodo pada peresmian pabrik PT SMK di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019).

Pada tahun pertama PT SMK akan memproduksi sebanyak 3.500 unit pick up Bima-Esemka dengan kapasitas produksi total sebesar 12.000 unit per tahun.

Sebagai principal otomotif nasional, saat ini PT SMK telah memiliki fasilitas produksi yang telah siap beroperasi, antara lain lini pengecatan body, lini perakitan mobil type monocoque, type chassis, gasoline engine, diesel engine, transmisi dan axle.

Kemudian, lini penyambungan transmisi motor diesel dan motor bensin, lini pengujian kendaraan statik atau elektronik, lini pengujian jalan, lini perbaikan kendaraan pascauji, area stock yard, show room dan fasilitas pendukung lainnya.

“Tentunya fasilitas produksi yang telah dimiliki PT SMK sebagai produsen mobil telah membawa pada suatu tahapan yang lebih maju dan layak untuk dapat memproduksi kendaraan roda empat. Ini kabar yang menggembirakan bagi industri otomotif di Tanah Air,” ungkap Menperin.

Menperin menyebut, industri otomotif nasional saat ini telah berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja. “Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut,” sebut Menperin.

Airlangga Hartarto menegaskan, otomotif merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, sehingga Kemenperin akan terus mendorong industri otomotif Tanah Air agar semakin berdaya saing, serta mampu berkontribusi lebih besar pada perekonomian nasional. Salah satu upaya dilakukan dengan terus memacu tumbuhnya industri komponen otomotif Tanah Air yang akan menjadi supply chain (rantai pasok) bagi industri perakitan kendaraan dalam negeri.

“Kemperin juga terus mendorong ketersediaan bahan baku untuk industri komponen otomotif, sehingga tidak perlu impor. Kemudian, sesuai dengan prioritas Presiden, Kemenperin terus memacu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bidang otomotif melalui program Industrial Revolution (IR) 4.0 maupun program Tokuteiginou yaitu pemagangan di Jepang,” tegas Airlangga Hartarto.

Kemperin bertekad mendorong agar mobil Esemka dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN). “Mobil buatan anak bangsa ini diharapkan tidak banyak didominasi oleh komponen impor, sehingga TKDN harus menjadi prioritas mobil Esemka," ungkap Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemperin, Harjanto.



Sumber: BeritaSatu.com