Wadirut PT TAM Henry Tanoto: Komitmen Pemerintah, Komitmen Toyota Astra

Wadirut PT TAM Henry Tanoto: Komitmen Pemerintah, Komitmen Toyota Astra
Wakil President PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / HA Kamis, 31 Oktober 2019 | 01:27 WIB

Tokyo, Beritasatu.com - Seperti pesan utama Tokyo Motor Show 2019, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan kendaraan ramah lingkungan dengan fokus pergerakan manusia. Pada tahun 2025, kendaraan ramah lingkungan ditargetkan mencapai 20%. Target pemerintah itu menjadi target PT Toyota Astra Motor (TAM).

"Pameran ini menginspirasi semua pelaku usaha otomatif untuk mempersiapkan kendaraan masa depan yang membantu pergerakan manusia sekaligus ramah lingkungan," kata Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur TAM kepada Beritasatu.com di hari pertama Tokyo Motor Show (TMS) 2019, Kamis (24/10/2019). Pameran ini terbuka untuk umum sejak Jumat (25/10/2019) hingga Senin (4/10/2019). TMS ke-46 ini dihadiri oleh 154 perusahaan otomotif dan komponen otomotif, dalam dan luar negeri.

Kendaraan mobilitas untuk menyapu lantai.

Mengusung tema "Open Future", pameran otomotif internasional ini menampilkan berbagai jenis kendaraan untuk membantu pergerakan manusia di masa akan datang. "Mobility", " autonomous", "electrified", "ride sharing", dan "vehicle" menjadi kata kunci pada pameran ini. Perusahaan otomotif dan komponen otomotif didorong untuk berimajinasi, berkreasi, dan berinovasi untuk menghasilkan kendaraan yang mempermudah mobilitas manusia, mampu bergerak otonom, ramah lingkungan, dan bisa dipakai bersama-sama. Hingga saat ini, produk ramah lingkungan itu hanya bisa diwujudkan oleh kendaraan listrik dan kendaraan hybrid.

Perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik (electrified vehicle) yang mampu bergerak otonom (autonomous vehicle) dan bisa dipakai bersama (ride sharing) adalah perusahaan mobilitas (mobility company). Menyambut perubahan masa depan, Toyota kini berubah menjadi perusahaan mobilitas. Ini merupakan sebuah transformasi besar-besaran yang terjadi sekali dalam satu abad. Pada 2020, Toyota Motor Corporation rencana membangun mobil listrik dan baterei untuk mobil listrik di RRT.

TMS 2019 menjadi ajang bagi Toyota untuk memperkenalkan berbagai kendaraan canggih dengan tingkat keselamatan dan kenyamanan yang tinggi dan mampu bergerak otonom dan ramah lingkungan. Toyota memiliki rekam jejak panjang dalam mewujudkan kendaraan ramah lingkungan dengan nihil emisi gas. Dalam Toyota Environment Challenge 2050, Toyota Motor Corporation (TMC) menargetkan penurunan emisi gas hingga 90% dibanding level emisi tahun 2010.

Sejumlah kendaraan canggih Toyota yang bergerak otonom, ramah lingkungan, dan dapat dipakai bersama, sudah bisa digunakan pada Olympic dan Paralympic Tokyo 2020. Berbagai pergerakan manusia, termasuk di dalam rumah dan gedung, bisa menggunakan kendaraan buatan TMC. Beberapa contoh yang dipertontonkan selama pameran adalah kendaraan untuk membersihkan lantai rumah, kendaraan untuk bergerak di dalam rumah, mobil tanpa sopir, dan robot pintar yang bisa memegang dan melemparkan benda dengan presisi tinggi. Mengusung tagline "Let's Go Beyond", TMC selalu berusaha untuk yang terdepan.

Mobil Hybrid
Toyota Astra Motor (TAM), kata Henry, berkomitmen untuk mewujudkan target pemerintah, yakni 20% kendaraan ramah lingkungan tahun 2025. Sejak sepuluh tahun silam, TAM sudah membangun kendaraan ramah lingkungan dengan memproduksi kendaraan hybrid. Pada tahun 2009, TAM menghadirkan Toyota Prius. Sukses kendaraan hybrid edisi pertama dilanjutkan dengan produksi Toyota Camry Hybrid tahun 2012. Tiga tahun kemudian, TAM memproduksi Alphard dan selanjutnya C-HR Hybrid pada 2019.

Kendaraan mobilitas buatan Toyota Motor Corporation di Tokyo Motor Show 2019, dipamerkan 24 Oktober hingga 4 November 2019. Tampak dalam gambar: Presdir PT Toyota Astra Motor (TMC) Yoshihiro Kata (kiri), Wakil Presdir PT TMC Henry Tanoto, dan Corporate Affairs PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas. Foto dibuat, Kamis, 24 Oktober 2019.

Mobil hybrid memanfaatkan motor listrik sebagai tenaga penggerak seperti mobil listrik. Namun, mobil hybrid tidak sama dengan mobil listrik. Mobil hybrid memiliki dua jenis mesin. Sedang mobil listrik sepenuhnya mengandalkan motor listrik. Mobil hybrid menggabungkan motor listrik dan motor bakar konvensional sebagai media penggerak. Sistem hybrid synergi drive (HSD) akan mengatur mekanisme kerja mesin.

Mobil hybrid tidak membutuhkan isi ulang baterai. Sedang jarak tempuh mobil listrik terbatas dan harus melakukan isi ulang baterai. Mobil hybrid dapat terus beroperasi karena motor bakar juga berfungsi sebagai pengisi daya listrik baterai. Mobil hybrid tidak membutuhkan tempat khusus untuk isi ulang baterei. Servis mobil hybrid Toyota pun tidak repot.

Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu menyaksikan langsung Tokyo Motor Show 2019.

"Dengan menggunakan dua mesin, mobil hybrid lebih leluasa bergerak dan tetap ramah lingkungan," kata Henry. Pada saat mobil membutuhkan akselerasi untuk bergerak di medan sulit, dua mesin dapat digunakan bersama-sama. Pada saat mesin macet, baterei bisa digunakan. Jika mesin BBM dipakai pengendara untuk mendapatkan kecepatan lebih tinggi, baterei bisa diisi.

Pada tahun 2018, demikian Henry, produksi mobil hybrid mencapai 450.000 unit. Sedang tahun ini, mobil hybrid ditargetkan 500.000 unit. Ia mengaku harga mobil hybrid masih cukup tinggi. Toyota Prius HEV sekitar Rp 566 juta per unit dan Toyota Camry 2.5 A/T hybrid sekitar Rp 809 juta per unit.

Harga mobil listrik lebih mahal lagi. Para pelaku bisnis otomotif menyambut hangat keputusan pemerintah menurunkan PPn-BM mobil hybrid dan mobil listrik. Kebijakan ini mendukung target pemerintah mewujudkan mobil ramah lingkungan 20% tahun 2025.

TAM selalu mengikuti kemajuan teknologi yang diraih TMC. Produk kendaraan bermotor TAM selalu mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu. "Ini salah satu faktor, Toyota masih menjadi market leader pasar otomotif di Indonesia dengan pangsa pasar 51%," ujar Henry yang juga Direktur PT Astra International Tbk.



Sumber: BeritaSatu.com