Chevrolet Andalan Tetap Sediakan Layanan Purnajual dan Suku Cadang

Chevrolet Andalan Tetap Sediakan Layanan Purnajual dan Suku Cadang
Chevrolet Trax di dealer Chevrolet Andalan Samanhudi, Jakarta. ( Foto: Istimewa )
Harso Kurniawan / HK Rabu, 20 November 2019 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatumedia.com - Chevrolet Andalan memastikan tetap menyediakan layanan purnajual dan suku cadang kepada seluruh konsumen Chevrolet (Chevy), setelah General Motors (GM) selaku prinsipal menghentikan penjualan di Indonesia akhir Maret 2020. Saat ini, Chevrolet Andalan memiliki empat cabang di Indonesia, yakni Pondok Indah (Jakarta), Samanhudi (Jakarta), Soekarno Hatta (Bandung), dan Yogyakarta.

Kepala Cabang Chevrolet Andalan Samanhudi Damianus Darto menuturkan, sebenarnya, Chevrolet tak hengkang dari Indonesia. Sebab, PT General Motors Indonesia (GMI) selaku agen pemegang merek (APM) Chevy tidak ditutup.

"GMI hanya menghentikan aktivitas penjualan, sedangkan layanan purnajual, penyediaan suku cadang, hingga garansi tetap diberikan. Itu artinya, GM tidak hengkang dari Indonesia," kata dia di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Seiring dengan itu, dia menuturkan, Chevrolet Andalan selaku jaringan dealer terbesar Chevy di Indonesia memastikan tetap memberikan layanan purnajual, suku cadang, hingga garansi ke konsumen. Dealer ini sudah meneken kontrak dengan GMI untuk menyediakan tiga layanan itu selama tiga tahun mulai Maret 2020.

Dengan demikian, dia menuturkan, konsumen tak perlu khawatir dengan layanan purnajual. Chevrolet Andalan siap menyediakan layanan itu dan semua suku cadang, mulai dari slow hingga fast moving.

Sebelumnya, General Motors, raksasa otomotif Amerika Serikat (AS), akan menghentikan penjualan di pasar Indonesia pada akhir Maret 2020. GM memastikan tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan Chevy dalam bentuk garansi dan purnajual.

Hector Villarreal, presiden GM Asia Tenggara mengatakan, keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian pertimbangan yang menyeluruh dari berbagai rencana bisnis yang memungkinkan bagi GM Indonesia di masa yang akan datang. “Secara global, GM telah mengambil langkah-langkah yang sulit untuk memfokuskan aset dan sumber daya yang dimiliki. Keputusan yang sulit ini konsisten dengan strategi global GM untuk tetap berfokus pada pasar yang memiliki jalur jelas untuk mencapai keuntungan yang berkesinambungan,” kata Hector. 

Di Indonesia, dia menuturkan, GM tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan. Hal ini membuat kegiatan operasional semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing.



Sumber: Investor Daily