Daihatsu Bidik Kaum Milenial Potensial

Daihatsu Bidik Kaum Milenial Potensial
Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Hironobu Sano (tengah), Head Domestic Marketing Division PT ADM Rudy Ardiman (kanan), dan CEO PT HIN Promosindo Reza Aliwarga melihat mobil kontes Daihatsu Dress-Up Challenge Final Battle 2019, di Ancol, Jakarta, Sabtu (23/11/2019). Kontes adu keren mobil Daihatsu yang telah berlangsung selama 6 tahun berturut-turut sejak 2014 hingga kini kian banyak diikuti para milenial. ( Foto: Dok )
Yudo Dahono / YUD Sabtu, 23 November 2019 | 17:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Daihatsu membidik konsumen kaum milenial untuk mendekatkan brand image serta mendongkrak penjualan produknya di Tanah Air. Sejumlah aktivitas dan produk yang sesuai kaum muda dihadirkan. Salah satunya ajang kompetisi modifikasi terbesar di Indonesia, Daihatsu Dress-Up Challenge (DDC) 2019, yang digelar di 14 kota sejak awal tahun.

“Mulai tahun ini kami memang sudah fokus menyasar kaum muda milenial. Setidaknya ini bisa membuat sahabat youth lebih berpengalaman dengan Daihatsu,” ujar Head Corporate Planning and Communication PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Elvina Afny saat membuka Grand Final DDC 2019 di event Indonesia Auto Modified (IAM) di Ecovention, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (23/11/2019).

Selain DDC, tambah Afny, sejumlah kegiatan yang menyasar kaum muda sudah rutin digelar Daihatsu seperti Urban Fest yang diadakan di lima kota, kemudian tampilan booth Daihatsu di GIIAS 2019, dan aktivitas temu komunitas.

Diakui, saat ini, kaum milenial merupakan pasar potensial bagi Daihatsu. Mereka memiliki kemampuan membeli kendaraan untuk operasional mereka. Kebanyakan mereka adalah pekerja muda dan juga pebisnis online dengan penghasilan yang lumayan besar. Daihatsu memiliki produk yang cocok untuk kaum muda seperti Sirion ataupun Ayla.

Saat ini, penjualan dua produk itu terus meningkat. Sirion yang beberapa waktu lalu terjual sekitar 100 unit per bulan, naik menjadi sekitar 120 hingga 130 unit per bulan karena banyaknya aktivitas yang menjangkau anak muda. Sepanjang Januari hingga September 2019, penjualan ritel Daihatsu Sirion mencapai 1.490 unit. Sepanjang tahun 2018 lalu, Sirion terjual sebanyak 1.242 unit.

Sedangkan Ayla, kata Afny, dengan berbagai iklan dan aktivitas itu, penjualannya juga terdongkrak. Sepanjang Januari hingga September 2019, Ayla sudah terjual sebanyak 18.558 unit. Sepanjang tahun 2018 lalu, Ayla terjual sebanyak 25.361 unit.

Afny memaparkan, tahun lalu sebanyak 14% pembeli Ayla adalah kaum milenial di rentang usia 18-29 tahun. Sisanya adalah pembeli dari keluarga pasangan baru. Angka itu naik dari tahun sebelumnya yang sebesar 12%. “Kami berharap dengan banyaknya kegiatan yang menjangkau kaum milenial, angkanya bisa naik menjadi 20 %,” tutur dia.

Afny mengakui, saat ini terjadi pergeseran usia kepemilikan mobil. Beberapa tahun lalu, pembelian mobil di usia di bawah 30 tahun, sekarang sudah bergeser ke atas usia 35 tahun. Hal ini akibat banyak kaum milenial lebih nyaman menggunakan jasa transportasi online yang lebih praktis. Berdasarkan survei internal Daihatsu, banyak kaum milenial di kota besar menghabiskan uang hingga Rp 2 juta per bulan untuk jasa transportasi online. Padahal, dana sebesar itu cukup untuk angsuran pembelian mobil.

“Makanya kami gencarkan aktivitas ke kaum muda untuk menjangkau mereka, setidaknya menanamkan brand image, sehingga ketika mereka menikah dan butuh kendaraan, brand Daihatsu sudah tertanam di benak mereka,’’ tutur Afny.

Hal senada dikatakan Head Domestic Marketing Division PT ADM Rudy Ardiman. Menurut dia, pihaknya selalu berusaha berkomunikasi dengan kalangan anak muda dan ikut serta di kegiatan mereka.

Seperti aktivitas Urban Fest di mana lebih berwarna dan mengundang kreatifitas anak muda. Pihaknya juga mengkomunikasikan program-program Daihatsu untuk kalangan milenial, seperti adanya program Daihatsu Setia, Terios Seven Wonder, Dress Up Challenge, termasuk e-sport dan pergelaran dan kompetisi musik.
“Kami ingin tekankan bahwa Daihatsu bukan hanya kendaraan untuk keluarga tetapi juga untuk anak muda,” tutur dia.

Kompetisi DDC 2019
Pada kesempatan itu, Rudy memaparkan, kontes DDC 2019 merupakan kegiatan kaum muda yang mengusung adu keren mobil Daihatsu yeng telah lima tahun berturut-turut diselenggarakan sejak 2014.

“Kegiatan ini perwujudan ekspresi dan kreasi bagi generasi milenial di Indonesia. Kontes yang terselenggara berkat kerja sama Daihatsu dengan Hot Import Night (HIN) ini merupakan bagian dari pameran modifikasi terbesar di Indonesia, yakni Indonesia Auto Modified (IAM),” papar dia.

Sementara itu Chief Rxecutive Officer PT HIN Promosindo Reza Aliwarga menjelaskan, tahun ini, penyelenggaraan DDC telah mengunjungi 13 kota sebelum akhirnya tiba dalam Final Battle di Jakarta. Sejumlah kota yang dikunjungi yakni Surabaya, Yogyakarta, Balikpapan, Jakarta, Makassar, Denpasar, Malang, Batam, Medan, Bandung, Makasar, Semarang, dan Palembang.

Sebagai kota ke-14, Jakarta terpilih sebagai lokasi adu keren “ultimate” yang melibatkan 126 unit Daihatsu dari berbagai model. Tercatat sebanyak 43 unit Sirion, 22 unit Xenia, 16 unit Terios, 8 unit Ayla, 6 Unit Gran Max dan Luxio, serta 5 unit Sigra siap adu keren di kategori Line Up Daihatsu pada seri final di Jakarta. Sedangkan di kategori Free For All, yaitu kategori untuk mobil-mobil Daihatsu lain tanpa dibatasi jenis dan tahun pembuatannya, sebanyak 26 unit Taruna juga bertanding di ajang final ini. Mereka memperebutkan hadiah total Rp 200 juta.

Sebanyak 126 unit Daihatsu paling keren itu berhasil disaring dari 489 unit mobil modifikasi Daihatsu dari berbagai line up di sepanjang tahun 2019. Atas pencapaian itu, ajang Dress Up mobil yang terbuka untuk seluruh model Daihatsu ini di klaim sebagai kontes modifikasi terbesar di Indonesia, karena diikuti lebih dari 600 unit mobil Daihatsu.

Mulai dari 128 unit Gran Max dan Luxio, 137 unit Ayla, 73 unit Xenia, 51 unit Sirion, 23 unit Sigra dan 17 unit Terios terdaftar pada kompetisi kategori Line Up mobil Daihatsu. Sedangkan pada kategori Free For All (FFA), tercatat total 60 unit Daihatsu, mulai dari Taruna, Feroza, Taft, Zebra dan Hijet.

Juri kontes modifikasi itu berasal dari Amerika Serikat, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Mereka menentukan mobil mana yang berhak memenangkan kontes karena kriteria pemenang bukan hanya dilihat dari sisi keindahan modifikasi.

Daihatsu juga menantang para modifikator untuk tetap memperhatikan berbagai aspek seperti keamanan dan kenyamanan pengendara. Bahkan, para juri secara fair dan kompeten juga memberikan perhatian yang mencakup delapan aspek meliputi aspek overall build, eksterior, interior, cat, mesin, undercarriage, car audio dan video, serta tampilan.

“Daihatsu ingin dekat dengan generasi milenial melalui ajang modifikasi yang kental dengan nuansa kreatifitas dan kekinian. Kami yakin, acara ini merupakan kegiatan positif bagi anak muda jaman now berkreasi,” ujar Rudy.

Beberapa peserta terlihat antusias mengikuti DDC 2019. Seperti yang disampaikan Joko Perasanto dari tim Impossible Community Gresik. Ia membawa mobil Gran Max hasil modifikasinya.

“Mobil ini meraih peringkat pertama kategori “MB-Tech Awards - The Best Car Interior” DDC 2019 saat digelar di Kota Malang,” ujarnya.

Tak hanya itu, setidaknya sudah lima tropi di berbagai kontes modifikasi telah diraih Gran Max-nya. Hasil tersebut dinilai sepadan dengan biaya yang sudah dia keluarkan mencapai Rp 200 juta untuk memodifikasi mobilnya.



Sumber: BeritaSatu.com