iCar Asia Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 50%

iCar Asia Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 50%
CEO iCar Asia Hamish Stone ( Foto: Istimewa )
Harso Kurniawan / HK Senin, 27 Januari 2020 | 20:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - iCar Asia Limited, jaringan portal dan marketplace otomotif nomor satu di Asia Tenggara, menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 50%, seiring akuisisi Carmudi Indonesia. Perusahaan ini sudah mencapai titik impas EBITDA pada November 2019.

iCar Asia menuntaskan akuisisi Carmudi Indonesia pada 12 November 2019. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan iCar Asia Indonesia menjadi dua kali lipat dan meningkatkan kontribusi Indonesia terhadap pendapatan grup dari 12% menjadi 22%, serta memberikan titik impas untuk Indonesia pada 2020.

iCar Asia berharap dapat menghasilkan perputaran keuangan yang positif pada semester II-2020, sesuai pedoman sebelumnya dan EBITDA bisa positif secara bertahap pada 2020.

“Tahun 2019 adalah tahun yang sukses bagi grup, karena kami mencapai titik impas EBITDA pada November 2019, satu bulan lebih awal dari target kami. Dengan selesainya akuisisi Carmudi Indonesia, kami menantikan tahun yang lebih sukses pada 2020. Kami akan memantapkan posisi kami sebagai pemimpin pasar di tiga negara, sehingga mengembangkan portofolio keuntungan yang lebih besar,” ujar CEO iCar Asia Limited Hamish Stone di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Sementara itu, dia mencatat, perseroan menerima kas tunai sebesar AUS$ 4,2 juta pada kuartal IV-2019, naik 39% dari tahun lalu. Pertumbuhan ini diperoleh dari besarnya pendapatan di semua bisnis unit, termasuk mobil bekas & mobil baru di tiga negara. Ini juga didukung oleh operasional Carmudi Indonesia selama satu setengah bulan.

Dia mencatat, arus kas bisnis Malaysia dan Thailand sudah positif, sedangkan Indonesia mengurangi separuh pengeluaran dan menjaga biaya perusahaan tetap stabil dibandingkan 2018.

“Perusahaan menutup 2019 pendapatan sebesar AUS$ 6,8 juta, setelah pembayaran awal yang dikeluarkan dari pembelian Carmudi sebesar AUS$ 2,29 juta. Selain itu, perusahaan memiliki akses dana tambahan sebesar AUS$ 5 juta dalam bentuk fasilitas utang. Perusahaan juga berharap penggunaan kas dipergunakan untuk pengembangan bisnis menjadi kas impas dan tidak menggunakan fasilitas penarikan pinjaman atau mengakses modal lain di dalam perencanaan saat ini,” kata Hamish.



Sumber: Investor Daily