Hino Siap Implementasikan B30

Hino Siap Implementasikan B30
Acara diskusi Maximizing Performance in B30 implementation Era yang digelar Shell Indonesia, di Jakarta. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 27 Februari 2020 | 22:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Shell Indonesia bekerja sama dengan Pusat Penelitian Lemigas dan pelaku bisnis menghadirkan forum diskusi panel Shell ExpertConnect, untuk ikut berpartisipasi aktif dalam mensukseskan penerapan B30 di Indonesia.

Baca: Gaikindo Dukung Pengembangan Biodiesel

Deputy Director Shell Lubricants Indonesia, Andri Pratiwa, mengatakan, Shell berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pelaku bisnis, dalam berbagi informasi dan pengetahuan mengenai teknologi terkini dan penerapannya.

"Dengan berkolaborasi, kita dapat bekerja sama mengantisipasi tantangan yang mungkin terjadi di masa depan, dan sekaligus turut memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia. Di Shell ExpertConnect kali ini, kami menghadirkan para pakar juga pelaku bisnis di industri terkait untuk dapat berbagi pengalaman, pengetahuan dan praktek terbaik untuk mensukseskan implementasi B30,"ujar Andri Pratiwa dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (27/2/2020).

GM Plant Operation BUMA, I Made Yatna mengatakan, dari hasil bench test yang mereka lakukan terhadap B30, bahwa terjadi kenaikan penggunaan bahan bakar (fuel consumption) sebesar 0,83 persen jika dibandingkan dengan bahan bakar konvensional dan ini mengkonfirmasi data spesifikasi B30 dari Lemigas.

Baca: Implementasi B30 Bisa Hemat Devisa hingga Rp 63 Triliun

"Di sisi lain karena POME memiliki sifat membersihkan, maka akan mempengaruhi penggunaan fuel filter. Namun Buma sangat mendukung program pemerintah dan siap bekerja sama dengan pihak terkait untuk pengujian lebih jauh dan antisipasi yang diperlukan," kata I Made Yatna.

Kesiapan implementasi B30 ini juga dilakukan oleh PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI). Produsen otomotif ini memastikan
truk dan bus Hino bisa memakai bahan bakar solar B30. Pasalnya, Hino telah mengubah fuel system truck dan bus dengan memperbesar kapasitas saringan bahan bakar, serta menyiapkan option fuel strainer.

"Kami juga mengubah bahan pelapis pada fuel tank dan piping untuk meningkatkan daya tahan kendaraan terhadap
penggunaan B30 di bus dan truk Hino," ujar Technical Service Division Head Hino, Taryono.

Sementara itu, Head of Fuel and Aviation Researcher Group Lemigas, Nanang Hermawan, mengatakan, pemanfaatan B30 telah melalui serangkaian pengujian, dari pengujian fisika kima, performance test engine, uji kompatibilitas material dan pengujian stabilitas penyimpanan.

"Sehingga, B30 sudah siap untuk diimplementasikan dalam rangka mendukung regulasi pemerintah," tandas Nanang.



Sumber: BeritaSatu.com