Inilah Aturan Baru Ospek dari Menristekdikti
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Inilah Aturan Baru Ospek dari Menristekdikti

Kamis, 30 Juli 2015 | 21:44 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / ED

Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menrisetdikti), Muhammad Nasir, memberi konfirmasi adanya kebijakan baru dalam pelaksanaan kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) bagi mahasiswa baru pada tahun ajaran 2015/2016. Yakni, ketua panitia ospek yang biasanya mahasiswa, kini diganti dan langsung dikoordinasi oleh dosen.

"Berbeda dengan sebelumnya, nantinya, ketua panitia ospek langsung dari dosen," ujar Nasir seusai melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Komisi Pemiliham Umum (KPU), di gedung KPU, Jalan Iman Bonjol, Jakarta, (30/7).

Nasir menambahkan, tujuannya diberlakukannya aturan baru tersebut dimaksudkan untuk menghindari adanya kecenderungan panitia dalam melakukan misi balas dendam kepada mahasiswa baru.

Untuk menyosialisasikan kegiatan ospek, Nasir mengatakan, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama dengan Pembantu Rektor (Purek) II dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada Minggu (2/8). Tujuannya, membahas persiapan dan memberi pencerahan agar pada pelaksanaan ospek tidak terjadi tindak perpeloncoan.

Menurut Nasir, pertemuan tersebut akan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. "Kami telah mengundang seluruh Purek II untuk membahas ospek pada 2 Agustus," ujarnya.

Nasir menegaskan akan mengenakan sanksi akademik dan instansi bagi perguruan tinggi yang kedapatan melakukan tindak perpeloncoan. Sanksi akdemik ditujukan untuk mahasiwa yang melakukan perpeloncoan, sedangkan sanksi instansi untuk Rektor dan perguruan tinggi.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS