Inilah Aturan Baru Ospek dari Menristekdikti
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

Inilah Aturan Baru Ospek dari Menristekdikti

Kamis, 30 Juli 2015 | 21:44 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / ED

Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menrisetdikti), Muhammad Nasir, memberi konfirmasi adanya kebijakan baru dalam pelaksanaan kegiatan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) bagi mahasiswa baru pada tahun ajaran 2015/2016. Yakni, ketua panitia ospek yang biasanya mahasiswa, kini diganti dan langsung dikoordinasi oleh dosen.

"Berbeda dengan sebelumnya, nantinya, ketua panitia ospek langsung dari dosen," ujar Nasir seusai melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Komisi Pemiliham Umum (KPU), di gedung KPU, Jalan Iman Bonjol, Jakarta, (30/7).

Nasir menambahkan, tujuannya diberlakukannya aturan baru tersebut dimaksudkan untuk menghindari adanya kecenderungan panitia dalam melakukan misi balas dendam kepada mahasiswa baru.

Untuk menyosialisasikan kegiatan ospek, Nasir mengatakan, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama dengan Pembantu Rektor (Purek) II dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada Minggu (2/8). Tujuannya, membahas persiapan dan memberi pencerahan agar pada pelaksanaan ospek tidak terjadi tindak perpeloncoan.

Menurut Nasir, pertemuan tersebut akan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. "Kami telah mengundang seluruh Purek II untuk membahas ospek pada 2 Agustus," ujarnya.

Nasir menegaskan akan mengenakan sanksi akademik dan instansi bagi perguruan tinggi yang kedapatan melakukan tindak perpeloncoan. Sanksi akdemik ditujukan untuk mahasiwa yang melakukan perpeloncoan, sedangkan sanksi instansi untuk Rektor dan perguruan tinggi.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS