Tren Interior 2019 di Tahun Babi Tanah

Tren Interior 2019 di Tahun Babi Tanah
Urban Quarter hidupkan kembali tren furnitur lokal. ( Foto: Instagram Urban Quarter )
Happy Amanda Amalia / PYA Rabu, 30 Januari 2019 | 09:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Apa yang biasanya menjadi pertimbangan untuk mengisi rumah dengan furnitur? Apakah dari sisi fungsional, estetika, atau semata mengikuti tren yang terjadi di saat itu. Tidak ada salahnya mengikuti tren, asalkan tidak membuat penghuni rumah “sumpek” karena terlalu banyak barang di dalamnya.

Mengikuti tren interior 2019 yang memasuki Tahun Babi Tanah, dalam kalender China maka Anda bisa mengikuti tips dari ahli Feng Shui Jenie Kumala Dewi, yang mengatakan ada pengaruh antara ilmu Feng Shui dengan pemilihan interior karena memiliki hubungan dengan manusia.

“Manusia punya aktivitas, di mana manusia beraktivitas kan di dalam ruang. Nah, ruang apa yang dia pakai sehari-hari tentunya akan berdampak pada diri dia sendiri. Semisal, warna yang dipilih dapat menimbulkan suasana, menimbulkan energi juga. Kalau kita lihat warna hijau pasti akan merasa suasana berbeda ketika melihat warna merah,” ujarnya setelah acara Urban Quarter's  Media Gathering, di Jakarta, pada Selasa (29/1).

Untuk Tahun Babi Tanah, lanjut Jenie, warna-warna yang baik untuk rumah adalah yang mengandung unsur kayu dan logam, seperti putih, abu-abu, silver, dan ditambah dengan warna hijau yang melambangkan pengembangan.

“Warna-warna putih, abu-abu itu kan logam, jadi warna untuk mereka yang berkarakter millenials. Warna unsur kayu akan cukup seimbang dan in di tahun 2019. Jadi, yang berhubungan dengan kreasi, desain, interior, buku, penerbitan; seperti media cetak yang dulu sempat berat, sekarang sedikit-sedikit sudah mulai bangkit. Karena pada akhirnya orang liat cetak, enak daripada online yang sekilas-sekilas hilang,” jelas dia.

Jenie juga menyebutkan karakter babi di tahun ini memiliki sifat jujur, tidak suka terbawa arus sehingga tidak terlalu berlebihan. Artinya dari segi interior, orang-orang akan kembali ke hal yang praktis, simple, dan fungsional, tidak suka dengan yang rumit.

Kendati pada Tahun Babi Tanah, pergerakan hoki/keuntungan tergolong dinamis dan cenderung lambat. Namun, ada tips untuk mendatangkan keberuntungan melalui interior.

“Kita bisa menganti warna-warna pada ruangan. Tidak perlu sampai mengganti semuanya, bisa juga dengan mengganti elemen bantal, tirai, atau menambah elemen tanaman atau bunga hidup. Selain itu, untuk menciptakan suasa keluarga yang hidup, hangat, kreatif dan berkembang dapat menghadirkan unsur kayu dan elemen warna hijau melalui lukisan bunga atau tentang keindahan alam,” kata Jenie.

Meja Makan Lambang Rezeki
Wanita yang akrab dipanggi Jenie Feng Shui ini juga memberikan tips bagi pasangan yang baru pindah rumah dan berniat membeli furnitur, dia menganjurkan bahwa hal pertama yang harus dibeli adalah meja makan karena melambangkan rezeki yang stabil.

“Orang salah kalau beli sofa dulu buat ruang tamu, karena yang paling penting adalah beli meja makan dulu supaya rezekinya stabil. Nah, berikutnya baru untuk ruang tidur. Keberadaan ruang keluarga juga harus dijaga supaya lebih hangat dan kreatif, bisa dengan memakai warna cream, broken white atau unsur-unsur kayu,” tuturnya.

Salah satu penyedia furnitur rumah dan kantor yang mengikuti tren 2019 dengan dominasi unsur kayu adalah Urban Quarter. Perusahaan yang hadir sebagai destinasi daring (online) sejak 2016 memutuskan untuk membuka offline store pada Februari 2017 dengan tujuan memberikan pengalaman kepada para pembeli, mengingat masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan ingin melihat dan merasakan barang sebelum dibeli.

“Sebenarnya kita masih fully e-commerce. Dan kebanyakan para pembeli ini melihat produk dari media sosial kita, terus kita nge-push untuk lihat website. Kalau mereka senang, mereka bisa langsung belanja di website kita, tapi kalau masih ragu dan ingin lihat barangnya, kita push mereka ke offline store dan belanja di toko kita,” ujar Creative Director Urban Quarter Adelaide Chintara di Jakarta.

Adele juga mengaku perusahaannya selalu mengikuti tren yang berkembang. Dia mengibaratkan dengan tren fashion, kalau tidak update pembeli pasti bosan dan tidak berminat membeli. Oleh karena itu, lewat furnitur yang dikurasi dari brand lokal terbaik, Urban Quarter dapat menciptakan berbagai konsep yang modern, mid-century, scandinavian hingga minimalistic. Produk-produk yang ditawarkan adalah produk-produk housewares seperti peralatan makan, bantal, vas, dan sebagainya.

“Ide Urban Quarter bermula dari kepedulian saya terhadap brand-brand furnitur lokal yang kurang diminati oleh produsen di Indonesia. Dari fenomena itulah saya mencoba untuk menciptakan sebuah inovasi serta peluang, sehingga Urban Quarter bisa menjadi wadah yang mempertemukan pembeli dengan penjual furnitur lokal terbaik yang sudah dikurasi,” kata dia, seraya menyebutkan Jawa Tengah, Cirebon, Yogya, Jepara, Semarang sebagai beberapa daerah yang memasok produk ke Urban Quarter.

Adele menambahkan, jika setiap kota memiliki spealisasi tersendiri dalam menghasilkan produk yang ditawarkan di Urban Quarter. Hanya saja jika dahulu kebanyakan produk yang dihasilkan dinilai terlalu “jadul” (jaman dulu) maka kini produk-produk lokal ditingkatkan supaya lebih modern.

“Kita harus inspiratif dengan penggunaannya supaya barang bisa evolve agar barang lebih terlihat baru dan modern dengan material-material lokal,” tambah dia.

Salah satu artis yang menjadi pembeli setia produk interior Urban Quarter adalah Gisele Anastasia. Dia mengaku merasa cocok dengan produk perabotan rumah yang tersedia di Urban Quarter, yang memiliki gaya Skandinavian, sesuai dengan desain rumahnya saat ini.

“Produk-produk di sini benar-benar memenuhi kebutuhan akan furnitur yang modern, simple tapi tetap lokal. Urban Quarter kayaknya angin segar baru untuk kami, konsumen yang membutuhkan furnitur seperti itu,” katanya.



Sumber: Investor Daily