Bekraf Siap Modali Desainer "Modest Fashion" Indonesia

Bekraf Siap Modali Desainer
(kiri ke kanan) Founder Modest Fashion Week Global Franka Soeria, Sekretaris Utama Bekraf Restog K Kusuma, Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center Sapta Nirwandar, Deputi Hubungan Antar Lembaga & Wilayah Bekraf Endah Wahyu S, Direktur Akses Perbankan Bekraf Yuke Sri Rahayu, dan Plt Direktur Pemasaran Dalam Negeri Bekraf Fahmi Akmal saat peluncuran gelaran Modest Fashion Founders Fund (MFFFund) di Jakarta, Kamis (9/5/2019) ( Foto: istimewa / istimewa )
Dina Fitri Anisa / IDS Jumat, 10 Mei 2019 | 12:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri mode Indonesia memiliki mimpi besar untuk menjadi kiblat modest fashion atau busana muslim dunia pada 2020. Oleh karenanya, Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf) berusaha mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion dengan menggelar Modest Fashion Founders Fund (MFFF).

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo menjelaskan, MFFF merupakan program akselerasi untuk pelaku usaha modest fashion Indonesia dalam hal permodalan dari sektor perbankan syariah.

“Permodalan merupakan salah satu kendala pertumbuhan dan perkembangan pelaku usaha modest fashion Indonesia. Melalui MFFF, Bekraf bekerja sama dengan perbankan syariah untuk memenuhi kebutuhan permodalan pelaku usaha modest fashion Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas mereka,” ungkap Fadjar saat meluncurkan MFFF, di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

MFFF bukan hanya meningkatkan akses permodalan, tetapi juga mengembangkan kapasitas pelaku usaha modest fashion Indonesia dengan rangkaian kegiatan creative workshop dan creative project pada Juli mendatang.

Ia pun melanjutkan, nantinya, pelaku usaha modest fashion Indonesia yang berminat dan memiliki niat besar memajukan industri mode di Indonesia bisa mendaftarkan diri secara daring melalui modestfffund.com untuk mengikuti MFFF. Pendaftaran dibuka hingga 20 Juni 2019.

“Sebanyak 20 peserta terpilih akan mendapatkan materi pengembangan usaha meliputi ide kreatif, desain kreatif, produk kreatif, marketing, pengetahuan bisnis digital dan perkembangan bisnis halal, simulasi pertemuan bisnis, pengelolaan keuangan, hingga pengetahuan ekspor dan hak kekayaan intelektual,” jelasnya.

Para peserta juga didampingi mentor yang berasal dari perbankan syariah dan juga ahli modest fashion, seperti Franka Soeria, untuk menjalankan proyek pergelaran busana yang akan dipresentasikan di hadapan para pemangku kepentingan saat malam apresiasi, Agustus mendatang.

“Keunggulan lain bagi pelaku usaha modest fashion Indonesia yang mengikuti MFFF yaitu mendapatkan pendampingan dan pembinaan mengembangkan usahanya dalam bentuk workshop lanjutan, mentoring, maupun networking,” ungkapnya.

Peserta MFFF juga mendapat prioritas dukungan Bekraf mengikuti kompetisi dan pameran domestik maupun internasional, tergabung pada market place daring dan luring, serta akses permodalan perbankan syariah.

Enam perbankan syariah yang akan bekerja sama dengan Bekraf dalam kegiatan ini adalah Bank Muamalat, Bank Negara Indonesia Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri, BTPN Syariah, Maybank Syariah dan Panin Dubai Syariah.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar berharap, MFFF bisa memacu pelaku usaha modest fashion Indonesia untuk terus berkarya dan memenuhi kebutuhan konsumen gaya hidup halal yang berkembang pesat di dunia.

“Halal lifestyle yang menciptakan konsumen produk dan jasa bernilai Islami merupakan pasar potensial bagi pelaku usaha modest fashion Indonesia. Di Indonesia sendiri, 90% populasi adalah muslim yang lebih aware akan nilai Islami dan menjadi pasar modest fashion 10 tahun terakhir. Hal ini menstimulasi kemunculan dan pertumbuhan bisnis berbasis syariah,” terangnya.



Sumber: Suara Pembaruan