Manekin Tawarkan Pendidikan Penata Rias Profesional

Manekin Tawarkan Pendidikan Penata Rias Profesional
Profesi penata rias (makeup artist) semakin dibutuhkan masyarakat ( Foto: Ist / Ist )
Indah Handayani / FER Selasa, 14 Mei 2019 | 22:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bagi perempuan, di zaman sekarang ini make up bukan hanya sekedar kebutuhan saja. Melainkan sudah menjadi sebuah kegiatan wajib, hobi bahkan sebagai mata pencaharian. Saat ini, profesi penata rias atau make up artist (MUA) tengah banyak digandrungi remaja hingga dewasa. Sebagian belajar untuk mendandani diri sendiri, namun tak jarang yang berupaya menjadikan bidang MUA sebagai mata pencaharian.

Nah, bagi kalian yang berminat untuk menambah wawasan seputar make up dan hair do sekaligus menyalurkan bakat di bidang rias merias, bisa mempertimbangkan Manekin.id sebagai pilihan sekolah tata rias profesional.

Sekolah non formal ini memang masih terbilang cukup baru usianya, tapi para pengajar di Manekin memiliki pengalaman yang mumpuni di bidang make up artist dan merupakan lulusan sekolah make up ternama di Indonesia bahkan di dunia dan sudah memiliki sertifikat International MUA.

Founder Manekin, Natalia Oswandi, mengatakan, pihaknya menyediakan berbagai program untuk kelas tata rias mulai dari tingkat pemula hingga advance. Dengan belajar di Manekin, para siswa bisa mendapatkan skill yang lebih baik karena dibekali dengan modul yang lengkap dan pengajar yang berpengalaman.

"Kami juga menyediakan kelas sesuai kebutuhan, mulai dari self make up profesional, make up film, editorial, avant garde hingga special effect," kata Natalia kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Selain itu, lanjut Natalia, Manekin juga menyediakan program magang bagi siswa yang lulus dengan nilai terbaik, yang bekerjasama dengan production house, fashion show dan photography, dengan standard international.

"Dengan pengalaman magang tersebut, siswa kursus bisa mendapatkan portfofolio untuk meningkatkan karirnya di bidang MUA," tambah Natalia.

Dengan berbagai fasilitas dan kesempatan magang secara profesional, Natalia mengungkapkan, harga kursus tersebut sangat terjangkau. "Kisaran harga untuk program tersebut mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 25 juta, tergantung jenis kelas yang akan diambil," tandas Natalia.

Head Teacher & Program Director Manekin, Kim, mengakui, saat ini dengan kemajuan informasi dan perkembangan dunia social media, kebutuhan akan make up semakin meningkat. Pekerja seni profesional kini tak lagi terbatas bagi artis yang tampil di layar kaca, atau model majalah dan fashion, tetapi juga selebgram, vlogger dan youtuber. Dampaknya, tidak sedikit yang ingin tampil maksimal untuk membagikan pengalaman hidupnya kepada khalayak ramai.

"Dunia digital yang kian berkembang sekarang, menjadikan make up sebuah kebutuhan yang mutlak, jadi pangsa pasar untuk MUA juga semakin meningkat, ini bisa jadi peluang kerja bagi siapapun," ujar Kim.

Meski kebutuhan meningkat, tidak diiringi dengan jumlah sekolah tata rias yang mumpuni dalam hal kurikulum maupun experience. Akibatnya, banyak yang mencoba belajar secara daring dari sosial media seperti Youtube lewat tutorial make up. Bahkan, jika ada yang ingin belajar secara profesional harga kursusnya sangat tinggi.

"Akan terasa sangat berbeda, ketika murid belajar langsung secara tatap muka dengan guru dengan secara daring, dengan bertemu langsung, siswa dapat berinteraksi dengan pengajarnya dan memahami cara mengoreksi make up dan memahami kesalahan dan tips-tips untuk mempercantik make up, tapi dengan harga terjangkau,” kata Kim.

Kim berharap, dengan berdirinya Manekin dapat membantu mengurangi gap antara kebutuhan penata rias dan sekolah tata rias di Indonesia. Bahkan, tak menutup kemungkinan, Manekin akan membuka cabang di lokasi lain.

"Tujuan kami adalah meningkatkan skill siswa di bidang make up lewat pendidikan yang benar dan berstandar internasional," ungkap Kim.

Dengan dibukanya sekolah make up ini, Kim berharap, agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin mengembangkan kegiatan wirausaha dan ditujukan juga untuk orang-orang yang memiliki kemampuan dan minat yang kurang terhadap pendidikan formal namun tetap ingin belajar dan menyalurkan bakat-bakat mereka di bidang lain.



Sumber: BeritaSatu.com