22% Generasi Milenial Mengaku Tidak Punya Teman

22% Generasi Milenial Mengaku Tidak Punya Teman
Gaya Hidup Generasi Milenial ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 5 Agustus 2019 | 21:27 WIB

California, Beritasatu.com - Survei terbaru yang dilakukan oleh perusahaan riset YouGov menyatakan, kalangan milenial yang aktif di media sosial (Medsos) merupakan generasi yang paling kesepian.

Seperti dilansir laman Foxnews, Senin (5/8/2019), berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan YouGov terhadap 1.254 orang dewasa berusia 18 dan lebih tua, menemukan bahwa 27 persen generasi milenial merasa tidak memiliki teman dekat, 25 persen tidak memiliki 'kenalan' dan 22 persen atau 1 banding 5, merasa dirinya tidak memiliki teman sama sekali.

Angka ini memiliki selisih yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan hanya 9 persen dari kalangan generasi Baby Boomers dan 15 persen generasi X yang merasa dirinya tidak memiliki teman sama sekali.

Selain itu, sepertiga dari kalangan milenial yang berusia 20 hingga 30-an sering merasa kesepian, dibandingkan dengan 20 persen dari kalangan generasi X dan 15 persen generasi Baby Boomer.

Sisi baiknya, hampir setengah atau sekitar 49 persen dari kalangan milenial menyataan mereka memiliki satu hingga empat teman dekat dan 70 persen mengatakan mereka memiliki setidaknya satu orang sahabat. Meskipun, berdasarkan statistik lain, sahabat tersebut mungkin satu-satunya teman yang mereka miliki.

Sebanyak 87 persen responden dari survei ini juga menyatakan, Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan tempat paling umum bagi kalangan milenial untuk berteman.

Menurut survei ini, tingkat kesepian yang tinggi di kalangan orang muda kemungkinan besar dikarenakan banyak orang yang merasa sulit untuk menemukan teman. Sepertiga dari responden menyatakan mereka merasa berteman itu sulit. Sebanyak 53 persen karena alasan merasa malu, sedangkan 27 persen lainnya mengklaim mereka merasa seperti tidak butuh teman.

"Inti dari survei ini adalah, semakin sedikit menggunakan media sosial maka akan menghasilkan tingkat penurunan yang signifikan dalam hal depresi dan kesepian," kata penulis studi, Melissa Hunt.



Sumber: Foxnews