Luncurkan Koleksi Terbaru, Matoa Indonesia Bidik Pasar Global

Luncurkan Koleksi Terbaru, Matoa Indonesia Bidik Pasar Global
Kiri ke kanan: Brilian Muttaqin (Product Designer), Taufik M Ridwan (Marketing & Sales Director), Yori Imam A (Head of R&D), dan Yusuf Z (Creative Director), di acara peluncuran jam tangan kayu tahan air, Matoa Singo, di Bandung, Kamis (5/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 6 September 2019 | 11:41 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Matoa Indonesia meluncurkan koleksi terbarunya yakni Matoa Singo, jam tangan kayu tahan air pertama yang siap membidik konsumen lokal maupun global.

Kehadiran Matoa Singa menjadi milestone bagi Matoa Indonesia yang telah berkiprah delapan tahun selaku produsen jam tangan kayu. Hal ini lantaran berbagai fitur unggulan disematkan pada Matoa Singo, seperti tahan air (water proof), dlindungi Dome Sapphire Coated K-1 Mineral Glass, yang hadir dengan dial 24 jam. Kehadiran sub dial with AM/PM marker memudahkan pengguna membaca titik jam dan penanda tanggal.

Sales & Marketing Director Matoa Indonesia, Taufik M Ridwan, mengatakan, Matoa Singo lahir lahir dari ide-ide inovatif tim Research and Development. Mengusung konten lokal yang di-upgrade sesuai kualitas standar internasional.

"Kami bawa konten lokal Matoa Singo ke market global. Istilahnya, kerajinan tangan lokal jadi aksesoris fashion bernilai tinggi," kata Taufik kepada Beritasatu.com, Jumat (6/9/2019).

Menurut Taufik , langkah tersebut cukup beralasan mengingat tren konsumen global terhadap produk jam tangan kayu artistik mengalami peningkatan. "Peluang ini yang kemudian dimanfaatkan Matoa Indonesia untuk melebarkan kepak bisnisnya dengan mengedukasi Matoa Singo melalui jaringan distribusi retail penjualan offline dan online," tambah Taufik.

Sejumlah retail offline global, imbuh Taufik, diantaranya melalui distributor di Jerman, Singapura, dan Brunei Darussalam. Sementara untuk online, pemasaran produk Matoa dilakukan melalui e-commerce Amazon. Untuk ranah digital, edukasi juga dilakukan melalui akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, serta situs resmi Matoa Indonesia.

"Kami juga bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam upaya menggarap pasar global,” papar Taufik.

Taufik menambahkan, Matoa membidik konsumen 18 tahun hingga 35 tahun dengan strata ekonomi C+. Kalangan ini, dinilai pihaknya dominan berbelanja online. Oleh karena itu, Matoa sejak tahun lalu gencar menjamah e-commerce untuk pemasarannya bekerja sama dengan Lazada, Tokopedia, dan Shopee.

"Hal ini juga untuk menggarap pasar di tanah air. Pasalnya, online memberi kontribusi 92 persen untuk penjualan Matoa, sedangkan sisanya dari offline melalui distributor retail. Tahun lalu, kinerja penjualan Matoa meningkat 120 persen, sekitar 500 hingga 700 pieces per bulan," tandas Taufik.



Sumber: BeritaSatu.com