Wardah Serahkan Dana CSR untuk Pembangunan Masjid At-Tanwir

Wardah Serahkan Dana CSR untuk Pembangunan Masjid At-Tanwir
Wardah kosmetik serahkan dana CSR pembangunan masjid At Tanwir PP Muhammadiyah Rp 1 miliar. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Carlos KY Paath / RSAT Jumat, 1 November 2019 | 19:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional, menerima bantuan dana program corporate social responsibility (CSR) dari PT. Paragon Technology Innovation, yang menaungi merek Wardah kosmetik. Bantuan itu ditujukan untuk pembangunan Masjid At-Tanwir yang berada di kompleks Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Secara simbolis bantuan CSR itu diserahkan oleh Sekretaris Badan Pengurus Lazismu, Mahli Zainuddin kepada Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, yang diwakili Sekretaris Umum PP Muhamamdiyah Abdul Mu’ti, di Aula KH. Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta. (1/11/2019).

Dalam sambutannya, Direktur Program Lazismu, Joko Intarto, mengatakan, Wardah sudah menyalurkan dana CSR dan zakat perusahaan maupun zakat perorangan melalui Lazismu sudah lama. ”Empat tahun lalu dananya baru Rp 500 juta, sekarang sudah Rp 4 miliar,” paparnya.

Pertumbuhan dana itu mengindikasikan dua hal, Wardah berkembang pesat dan makin dipercaya oleh masyarakat. Perlu disampaikan bahwa Wardah menyalurkan dana CSR nya kepada Lazismu sebesar Rp 4 miliar. “Rinciannya, Rp 3 miliar untuk pemberdayaan masyarakat, dan Rp 1 miliar untuk pembangunan masjid At-Tanwir,” jelasnya.

Dana yang disalurkan kepada Lazismu untuk pemberdayaan masyarakat telah dimanfaatkan untuk pemberdayaan perempuan. Pemberdayaan itu dalam wujud program Ri@sa Corner, sebuah program dengan model pemberdayaan ekonomi perempuan, kerja sama antara Lazismu, Majelis Ekonomi & Ketenagakerjaan Pimpinan Pusat Aisyiyah (MEK PP Aisyiyah) dan Wardah.

Program Ri@sa Corner telah dilaksanakan di 20 kabupaten dengan perempuan sebagai penerima mafaat sejumlah 100 orang. Di samping itu, bersama Wardah juga telah memberdayakan perempuan melalui program sosiopreneur, dengan memproduksi kain ecoprint di Desa Merden, Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. “Pelatihan produksi ecoprint telah menyasar peserta sebanyak 80 perajin secara berkelompok dalam 4 grup,” pungkasnya.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengapresiasi langkah Wardah yang telah berkolaborasi dengan Lazismu. Dana CSR yang dikeluarkan Wardah semoga menjadi amal saleh. Ini langkah positif dana CSR dialokasikan untuk kegiatan yang produktif.

“Selama ini ada kecenderungan dana zakat, infak dan sedekah, diberikan secara konsumtif (karitatif), karena dianggap mereka orang-orang yang memerlukan uluran tangan,” paparnya. Itu tidak salah, namun dalam konteks jangka panjang ada ketentuan syariat bagi yang menerima manfaat ada tujuan menumbuhkan dan pemberdayaan secara ekonomi dan lebih adil.
Menurutnya, upaya Lazisnu bersama Wardah dengan program pemberdayaan perempuan adalah terobosan inovatif. Perempuan dikenal ulet dan kreatif untuk berusaha. “Dari sisi ekonomi perempuan punya kedekatan dengan anggota keluarga. Jumlah perempuan besar, maka merupakan pilihan strategis Lazismu dan Wardah memberdayakan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan,” sambungnya.

PP Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada selaku pemilik Wardah kosmetik Nurhayati Subakat. Menurutnya apa yang beliau dan perusahaannya lakukan dengan menyisihkan sebagian rezekinya memperolah berkah bagi Wardah dan seluruh jajaran karyawannya.

Perwakilan PT Paragon Technology Innovation, Afifah Alif Maghend selaku public relation juga mengucapkan terima kasih kepada PP Muhammadiyah dan Lazismu. Kolaborasi yang telah dilakukan bersama Lazismu untuk memajukan ekonomi umat dan masyarakat. Wardah sebagai kosmetik nomor satu di dunia sangat bersyukur. “Ini capaian yang didukung oleh masyarakat dan semua pihak termasuk kolaborasi dengan Lazismu berupa Ri@sa Corner dan kain ecoprint.

Kali ini, dalam kolaborasi pencanangan pembangunan Masjid At-Tanwir salah satu tujuan agar dapat dirasakan manfaatnya sebanyak-banyaknya oleh umat. “Dengan diberikannya kesempatan bagi Wardah dalam pencanangan pembangunan masjid ini, diharapkan masyarakat dapat menguatkan kembali memakmurkan masjid sebagai tempat pemberdayaan umat,” pungkasnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan