Kreativitas Vivi Zubedi Lahirkan Tas Purun Modis Khas Kalimantan

Kreativitas Vivi Zubedi Lahirkan Tas Purun Modis Khas Kalimantan
Tas The Purun Label karya desainer Vivi Zubedi. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 15 November 2019 | 11:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Meningkatnya industri kreatif membuat masyarakat kini menjadi lebih inovatif dalam menghasilkan karya seni yang memukau. Salah satunya yang dilakukan oleh desainer Vivi Zubedi yang melakukan sebuah gebrakan dengan menggandeng para pelaku kreatif dari Keluarahan Palam, Kecamatan, Cempaka Kabupaten Banjar Baru.

Melalui karya yang diberinama The Purun Label, dirinya menghasilkan koleksi aksesoris tas dan topi yang bahannya dari purun (Lepironia articulata) atau tanaman sejenis rumput yang banyak ditemukan di daerah rawa atau tanah payau. Melalui kolaborasinya dengan masyarakat di sana, Vivi berhasil membuat kerajinan tas dan topi yang cantik dengan hasil yang elegan dan juga bernilai ekonomis tinggi lantaran harganya terbilang mahal bila dijual di kancah Internasional.

Hal itu seperti yang diungkapkan Vivi Zubedi saat ditemui disela-sela acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 yang digelar di Jakarta Convention Center, Kamis (14/11/2019).

"The Purun Label tercipta dengan landasan conscious fashion yang tidak hanya tampak stylish tapi juga memberdayakan manusia serta peduli keberlanjutan lingkungan. Purun ini terkenal sekali dan harganya mahal. Sementara di Indonesia belum ada yang look up, termasuk di Banjarbaru. Mereka masih menamakan ini bakul. Kalau di luar negeri tas ini it's really fashion," ungkap Vivi.

Dijelaskan Vivi, tas dari bahan purun ini memang selama ini sudah dikenal oleh masyrakat di kawasan Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Namun biasanya, tas yang mereka buat itu berbelanja ke pasar, sebagai tempat sayuran atau membawa ikan dari hasil memancing. Namun berkat inovasi dan kreativitas yang dilakukan oleh Vivi yang bekerjasama dengan masyarakat lokal, tas dan topi dari bahan Purun ini bisa jadi lebih terlihat menarik dan bercitarasa tinggi, dimana tas purun dirancang dengan nuansa Bohemian style yang identik dengan alam dan jiwa bebas.

"Cerminan Boho chic nampak pada elemen warna-warni eklektik yang semarak. Dimana kita mencoba menggabungkan penggunaan pompom, renda, potongan cermin, manik-manik, hingga patch berwarna off-white dari rough material. Semuanya berpadu dengan dengan nilai kearifan lokal Urang Banjar. Kalau dikombinasikan tas ini cocok dikombinasi dengan gaya apa saja aman. Sejauh baju pattern atau polos, yang penting percaya diri dipakai. Saat ini kerajinan tas Purun ini menjadi salah satu komoditas industri kreatif khas Banjarbaru yang bernilai ekspor dan bernilai ekonomi tinggi," lanjutnya.

Meski awalnya sempat merasakan kesulitan saat memadukan kerajinan tas dan topi dari bahan purun ini, namun dengan upaya dan dengan serangkaian percobaan yang dilakukannya, Vivi akhirnya berhasil membuat kerajinan tersebut sehingga layak dipasarkan di kancah mode internasional.

"Awalnya pasti saya kesulitan, namun dengan usaha dan kerja keras serta kerjasama yang baik dengan para pengerajin di daerah banjar baru dengan melakukan serangkaian ujicoba akhirnya kami dapat memproduksi tas dan topi dari bahan purun ini sehingga menarik, inovatif dan punya nilai ekonomi yang tinggi. Semoga ini bisa terus menggairahkan perekonomian daerah melalui produk industri kreatifnya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com