Tiga Kegalauan yang Dialami Ibu Milenial

Tiga Kegalauan yang Dialami Ibu Milenial
Memahami pentingnya menikmati proses dalam melakukan pola pengasuhan anak, My Baby menghadirkan #MyBabyMomversity di Jakarta, Kamis (5/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani)
Indah Handayani / FER Kamis, 5 Desember 2019 | 20:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kemudahan mendapatkan banyak informasi di era digital dari berbagai sumber memicu kegalauan bagi kalangan ibu milenial. Sejatinya, ada tiga kegalauan yang paling sering dialami ibu milenial, yaitu membandingkan status keuangan, pola pengasuhan, dan mengukur level kebahagiaan ibu lain lewat media sosial (Medsos).

Literasi Keuangan Dorong Ibu Berinvestasi

Senior Head of Brand Communications & Content My Baby, Selva Marsentiani, mengatakan, pihaknya mengamati perilaku ibu milenial, bahwa menelusuri situs dan juga medsos sudah menjadi bagian dari keseharian untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.

"Alih-alih puas dengan informasi yang didapat, para ibu malah dilanda kegalauan dalam memutuskan apa yang harus mereka lakukan. Belum lagi tuntutan untuk menjadi cerdas dalam menerapkan pola asuh dengan tetap sehat dan bahagia merupakan tantangan tersendiri dibandingkan generasi sebelumnya. Sebanyak 44 persen ibu mengaku cemas atau cemburu melihat kehidupan ibu lain di sosial media," ungkap Selva di sela acara #MyBabyMomversity di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Selva menambahkan, dalam memahami pentingnya menikmati proses dalam melakukan pola pengasuhan anak, pihaknya menghadirkan #MyBabyMomversity, sebagai wadah bagi para ibu untuk berbagi dan membekali diri dengan pengetahuan. "Program ini hadir dengan cara yang menyenangkan melalui kelas-kelas parenting yang inspiratif," kata Selva.

Masyarakat Konsumtif, Investasi Bodong Marak

Psikolog anak, Saskhya Aulia Prima MPsi, menambahkan, berbagai macam kegelisahan mudah ditemui pada ibu milenial, khususnya mengenai tiga hal finansial, kedekatan emosi dengan anak, dan kesehatan keluarga. Pesatnya perkembangan teknologi dianggap mempermudah pencarian jawaban atas kegelisahan mereka, namun di sisi lain muncul fenomena paradox of choice atau kebingungan pengambilan keputusan akibat terlalu banyak ketersediaan informasi, sehingga meningkatkan kecemasan ibu.

"Prinsip less is more merupakan cara terbaik dalam memperkecil opsi pemecahan masalah mereka sekaligus menurunkan kecemasan. Salah satunya, dengan mencari solusi dari para ahli yang profesional di bidangnya," papar Saskhya.

Sementara itu, Financial Planner, Prita Ghozie, menjelaskan, kalangan ibu milenial memiliki kebingungan bagaimana mengatur keuangan untuk kebutuhan dan pendidikan si kecil, sekaligus bisa menabung di waktu yang bersamaan.

"Padahal, mereka cenderung mengeluarkan uang demi mengikuti tren. Pengeluaran tanpa perencanaan dan lebih mengutamakan keinginan dibanding kebutuhan bisa diatasi dengan mencari informasi lewat komunitas," papar Prita.

Menurut Prita, di internet atau media sosial semua hal terlihat sebagai kebutuhan. Bertukar pikiran dengan ibu lain dalam komunitas, membantu ibu lebih cerdas mendapatkan informasi mengenai apa saja yang wajib dimiliki atau ditunda sehingga memudahkan dalam mengatur keuangan.

"Utamakan disiplin dalam menentukan prioritas kebutuhan. Manfaatkan asuransi kesehatan untuk kebutuhan-kebutuhan kesehatan seperti pengecekan dokter rutin pada masa kehamilan. Tidak kalah penting, selesaikan utang konsumtif dan miliki tujuan investasi yang jelas," tandas Prita Ghozie.



Sumber: Investor Daily