Nilai Bisnis Industri Pernikahan Capai Rp 56 Triliun

Nilai Bisnis Industri Pernikahan Capai Rp 56 Triliun
Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana) bersama dengan Indonesia Professional Organizers Society (IPOS) menggelar sebuah forum bisnis (B2B) industri pernikahan pertama di Indonesia, yaitu Indonesia Wedding Business Summit (IWBS) 2020 pada 11-12 Februari 2020 di Jakarta. ( Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani )
Indah Handayani / FER Selasa, 11 Februari 2020 | 20:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bisnis industri pernikahan di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh. Pada 2020, diperkirakan akan naik sebanyak 20 persen hingga 30 persen. Hal itu seiring dengan masih tingginya minat masyarakat untuk menggelar resepsi pernikahan di Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana), Gandi Priapratama, mengatakan saat ini untuk menggelar resepsi pernikahan setidaknya menghabiskan dana diatas ratusan juta rupiah per satu acara saja. Bahkan, bagi kelas atas bisa mencapai miliaran rupiah. Sebagian besar atau sebanyak 70 persen hingga 80 persen dari dana resepsi diperuntukan makanan atau katering.

"Sedangkan selebihnya baru untuk perlengkapan resepsi pernikahan lainnya," ungkapnya di sela konferensi pers Indonesia Wedding Business Summit (IWBS) 2020 di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Gandi menambahkan, tidak hanya tinggginya minat masyarakat, tapi juga didukung dengan semakin banyaknya tempat atau lokasi baru untuk menggelar acara pernikahan. Pada 2019, nilai bisnis industri pernikahan diperkirakan mencapai Rp 56 triliun.

Angka tersebut, lanjut Gandi, masih merupakan angka perkiraan kasar, dengan demikian diperkirakan akan lebih besar dibandingkan angka tersebut. Mengingat dalam industri pernikahan banyak yang terlibat. Mulai dari usaha kuliner, rias dan gaun pengantin, produksi dan dekorasi, video dan fotografi, merchandise dan masih banyak lagi.

"Kegairahan industri ini juga dipicu atas terbitnya Perpres Nomor 97 tahun 2019, dimana eksistensi industri event dan kreatif semakin diakui keberadaannya," jelas Gandi.

Untuk itu, lanjut Gandi, pihaknya bersama dengan Indonesia Professional Organizers Society (IPOS) menggelar sebuah forum bisnis (B2B) industri pernikahan pertama di Indonesia, yaitu Indonesia Wedding Business Summit (IWBS) 2020 pada 11-12 Februari 2020 di Jakarta. Dengan melibatkan lebih dari 200 orang peserta delegasi dari perusahaan wedding organizer, wedding planners, suppliers dan industri perhotelan terkemuka di Indonesia.

Lebih lanjut Gandi mengatakan, hadirnya IWBS 2020 menandai Indonesia saa ini telah memiliki 'panggung' bisnis pernikahan berskala nasional dan dapat diandalkan, melalui forum B2B, selain kegiatan pameran atau expo yang sudah sering dilaksanakan selama ini. Serta, IWBS 2020 dapat menjadi momentum penting dari perkembangan bisnis pernikaha negeri ini.

"Kami perkirakan transaksi B2B dalam acara ini akan mencapai Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar selama dua hari penyelenggaraan," tandas Gandi.



Sumber: Investor Daily