L’Oreal Hapus Kata "Pemutih" di Produk Skincare

L’Oreal Hapus Kata
Ilustrasi Kosmetik. (Foto: Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 27 Juni 2020 | 23:53 WIB

Paris, Beritasatu.com - L’Oreal, produsen kosmetik terkemuka dunia, akan menghapus kata-kata yang dinilai memiliki konotasi rasial, seperti 'putih', 'bersinar', dan 'bercahaya' yang terdapat di rangkaian produk perawatan kulit atau skincare.

Baca Juga: Shopee Gandeng L’Oreal Hadirkan Lipstick Week

Kebijakan tersebut, diumumkan salah seorang juru bicara perusahaan, hanya berselang satu hari setelah perusahaan kosmetik Unilever membuat pengumuman serupa, dalam menanggapi kritik yang berkembang di media sosial (medsos), menyusul aksi protes besar-besaran atas kematian warga kulit hitam, George Floyd (46)di tangan polisi Minneapolis.

Unilever dan L’Oreal merupakan dua merek ternama di pasar global untuk produk krim pemutih kulit yang digunakan oleh konsumen di banyak negara Asia, Afrika dan Karibia, di mana kulit putih dan bersinar sering dianggap sebagai sebuah standar kecantikan.

"Kami ingin membuat portofolio produk perawatan kulit yang lebih inklusif dan ingin menampilkan gambaran standar kecantikan yang lebih beragam," kata Sanjiv Mehta, kepala Hindustan Unilever, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari laman France 24, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga: Strategi Guardian Menangkan Pasar Produk Kecantikan

"Merek ini tidak pernah dan bukan merupakan produk pemutihan," kata pernyataan dari Unilever Bangladesh. Adapun produk-produk L'Oreal termasuk Garnier Skin Naturals White Complete Multi Action Fairness Cream.

Sebelumnya, Johnson & Johnson telah merilis rencana untuk menghentikan penjualan krim pemutih kulit di Asia dan Timur Tengah dengan merek Neutrogena, serta Clean & Clear.



Sumber: BeritaSatu.com