Jorge Lorenzo Mengaku Takut dengan Mesin MotoGP

Jorge Lorenzo Mengaku Takut dengan Mesin MotoGP
Pembalap Tim Repsol Honda MotoGP Jorge Lorenzo. ( Foto: speedweek.com / motorpoint.com )
Bonifacius Jaka / BON Selasa, 26 Maret 2019 | 11:45 WIB

Spanyol, Beritasatu.com - Pembalap Tim Repsol Honda MotoGP Jorge Lorenzo mengaku takut celaka dalam balapan sepeda motor. Menurut Lorenzo, balap MotoGP sangat berbahaya dan berisiko menghilangkan nyawa jika tidak dikelola dengan baik, meski sudah dibekali perangkat keamanan yang super canggih. Kemungkinan, ketakutan pria asal Spanyol ini muncul saat teringat kecelakaan parah di 2008 silam hingga dirinya hilang ingatan sementara. “Aku berkata pada diri sendiri, jika aku lanjutkan membalap, sama saja seperti bunuh diri,” ujar Lorenzo baru-baru ini seperti dilansir speedweek.com.

Selain mengungkapkan ketakutannya, pria kelahiran 4 Mei 1987 ini juga menceritakan perjalanan hidupnya yang sulit sejak anak-anak. Lorenzo mengaku sejak kecil selalu ditempa dengan disiplin yang keras dari ayahnya. Bahkan, tak jarang Lorenzo bertengkar dengan sang ayah karena perbedaan-perbedaan karakter. “Hidupku cukup sulit. Ayahku adalah sosok yang keras. Dia adalah seorang yang memberimu nilai-nilai penting dalam hidup seperti ketekunan, kedisiplinan, serta kejujuran,” ujar Lorenzo diikuti hela nafas panjang. “Tak jarang kita bertengkar karena perbedaan karakter,” tambah Lorenzo.

Meski begitu, rekan setim Marc Marquez ini mengambil sisi positif dari sikap keras sang ayah. “Pada akhirnya kamu menyadari bahwa seorang ayah selalu menginginkan yang terbaik untuk putranya. Mungkin dia tidak selalu melakukan caranya dengan benar dan kadang-kadang membuat kesalahan,” katanya. Sementara itu, Juara Dunia 5 Kali ini juga sempat menjadi sorotan utama di media massa setelah mengungkapkan ketakutannya naik motor lagi di 2008. Jorge saat itu mengakui rasa takutnya tidak bisa dibendung setelah mengalami kecelakaan yang luar biasa. “Aku adalah salah satu dari sedikit pembalap yang mengaku takut. Di 2008 betul betul pengalaman luar biasa karena aku mengalami 4 sampai 5 crash berturut-turut. Puncaknya kepalaku terbentur dengan sangat keras hingga membuatku hilang Ingatan selama beberapa hari,” kenangnya.

”Sebab sejauh ini, tidak ada satupun pembalap yang secara tulus mengakui (ketakutan) itu. Di sisi lain, pabrikan tidak mengenal pembalapnya takut terhadap mesin MotoGP,” terangnya. “Oleh karena itulah, aku selalu mengkritik pembalap yang bertindak ceroboh dan membahayakan pembalap lain,” pungkasnya.

 



Sumber: speedweek.com