Honda Incar Penjualan 4,75 Juta Unit

Honda Incar Penjualan 4,75 Juta Unit
Sales Promotion Girl (SPG) menunjukkan koleksi motor Honda Gold Wing dalam pameran Indonsia International Motor Show (IIMS) 2018 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, 19 April 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Danung Arifin )
Harso Kurniawan / HK Kamis, 24 Januari 2019 | 20:35 WIB

Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) menargetkan penjualan sepeda motor sebanyak 4,75 juta unit pada 2019, sama dengan pencapaian tahun lalu. Kondisi ekonomi yang tidak jauh berbeda dari 2018 membuat perusahaan asosiasi PT Astra International Tbk tersebut belum berani menargetkan pertumbuhan penjualan yang cukup agresif.

"2018 kita mampu mencatatkan pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Mudah-mudahan 2019 minimal sama dengan tahun lalu," kata Executive Vice President Director AHM Johannes Loman di Jakarta, Kamis (24/1).

Loman mengungkapkan, pihaknya menggunakan berbagai indikator untuk pertimbangan dalam menetapkan angka penjualan, yakni pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, inflasi, serta kurs rupiah. Menurut dia, kondisi penjualan motor di tahun ini tidak akan berbeda jauh dibanding tahun lalu. "Pertumbuhan ekonomi kemungkinan tidak banyak berubah, komoditas juga tidak berbeda jauh. Jadi kurang lebih sama," terang dia.

Loman mengatakan, pihaknya juga akan berupaya meningkatkan ekspor sepeda motor di tahun ini. Peluang pertumbuhan di pasar global, akan dimanfaatkan AHM untuk mengoptimalkan ekspornya. "Kita melihat ekonomi global tumbuh dan kita akan mencoba ambil peluang itu," kata dia.

Dia mengatakan, ekspor motor akan dilakukan baik dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dan sebagian (completely knock down/CKD). "Kami juga akan terus mencari peluang untuk tambah negara baru," tutur dia.

Loman mengungkapkan, AHM juga mulai mengimplementasikan industri 4.0 dalam produksinya. Implementasi dilakukan secara bertahap dan diyakinu dapat mengefektifkan produksi. "Mau tidak mau kita harus melangkah ke sana (industri 4.0). Kalau tidak kita akan ketinggalan, karena daya saing kita akan kalah dibanding negara-negara lain yang sudah menerapkannya," terang dia.

Industri sepeda motor Indonesia, lanjut dia, saat ini memiliki posisi daya saing yang sudah cukup bagus. Dengan pasar yang cukup besar di dalam negeri, membuat produksi pabrik dapat memenuhi skala ekonomis.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor (AISI), penjualan sepeda motor nasional sepanjang 2018 mencapai 6.383.111 unit, naik 8,44% dibanding tahun sebelumnya 5.886.103 unit. Honda tetap merajai pasar dengan kontribusi hingga 74,6%, disusul Yamaha 22,8%, Suzuki 1,4%, Kawasaki 1,2%, dan TVS 0%.

Skuter matik (skutik) masih menjadi produk paling laris dengan sumbangan pasar hingga 84,6%, diikuti sport 7,5%, dan bebek 7,9%. Pada 2017, Indonesia menjadi pasar terbesar kendaraan roda dua mengalahkan Vietnam dan Thailand di Asia Tenggara.
Memiliki 260 juta lebih penduduk, pasar motor di Indonesia mencapai 5.886.103 unit, sedangkan Vietnam 3.272.373 unit, dan Thailand 1.810.771 unit. 

 



CLOSE