Penjualan Terus Turun

AHM Optimistis Motor Bebek Masih Punya Peluang di Daerah

AHM Optimistis Motor Bebek Masih Punya Peluang di Daerah
Karyawan PT Astra Honda Motor (AHM) sedang merakit sepeda motor Honda Supra X 125 Fi dengan balutan stripe baru, di pabrik plant Pegangsaan, Jakarta. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. AHM )
Herman / FER Sabtu, 9 Maret 2019 | 15:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak kemunculan sepeda motor skuter matik atau skutik, popularitas motor bebek kian hari semakin redup. Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), motor bebek pada 2009 sempat mendominasi dengan menguasai 51,7 persen dari total penjualan motor secara nasional. Namun seiring waktu, penjualan motor bebek kian menyusut.

Pada 2018 lalu, dari total penjualan sepeda motor yang mencapai 6,38 juta unit, kontribusi motor bebek hanya tersisa 7,9 persen. Populasinya makin tergerus oleh motor skutik yang menguasai 84,6 persen dari total penjualan secara nasional.

Kondisi yang sama juga tergambar dari data penjualan sepeda motor Honda. Motor bebek hanya memberi kontribusi sekitar 7 persen dari total penjualan Honda, sementara motor skutik mencapai 84 persen. Lantas, bagaimana Honda melihat masa depan motor bebek?

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), Thomas Wijaya menyampaikan, meskipun tren penjualan motor bebek terus menurun, pihak AHM tetap optimistis motor bebeknya masih punya masa depan yang baik. Motor bebek masih akan dibutuhkan untuk kendaraan di daerah-daerah dengan kondisi jalanan yang belum baik atau berlubang.

"Segmen konsumen pengguna motor bebek masih akan ada di Indonesia, terutama di area sub urban dan kawasan pedesaan (rural). Ini terkait dengan infrastruktur, kebiasaan masyarakat, dan juga fungsionalitas,” kata Thomas Wijaya saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (9/3/2019).

Menurut Thomas, motor bebek masih dibutuhkan oleh konsumen yang fokus kepada fungsional, dan digunakan sebagai kendaraan operasional karena bisa lebih diandalkan untuk membawa beban di jalanan yang tidak rata atau berlubang.

"Motor bebek ini lebih kepada penggunaan fungsional dan operasional, serta untuk penggunaan di area dengan kondisi infrastruktur yang belum optimal,” ujar Thomas.

Meskipun popularitas motor bebek diprediksi kian redup, AHM melihat permintaannya akan tetap ada. Karenanya, AHM akan terus melakukan penyegaran untuk motor bebek andalannya seperti Honda Revo, Honda Supra series, Honda Sonic 150R dan Honda Blade.

Salah satu yang baru saja mendapat penyegaran adalah Honda Supra X 125 FI. Penyegaran tersebut dihadirkan melalui desain stripe baru dengan kombinasi warna untuk memperkuat kesan sporty dan berkelas.

"Strategi kami untuk pasar motor bebek adalah dengan melakukan beberapa penyegaran produk, kemudian membuat program-program penjualan serta meningkatkan layana after sales,” kata Thomas Wijaya.



Sumber: BeritaSatu.com