Luhut: Kendaraan Listrik Wajib Serap Produk Lokal

Luhut: Kendaraan Listrik Wajib Serap Produk Lokal
Konvoi kendaraan listrik melintas di kawasan Bunderan HI , Jakarta, Jumat 20 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
/ WBP Jumat, 11 Oktober 2019 | 14:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa produksi kendaraan listrik wajib menyerap bahan lokal misalnya karet untuk komponen.

"Bahan mobil maunya buatan dalam negeri, agar karet bisa kita suplai ke pabriknya," kata Luhut Binsar Pandjaitan kepada media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Budi Karya akan Sediakan 100 Mobil Listrik untuk Kemhub

Luhut mengatakan pemerintah fokus mengawal implementasi perpres mobil listrik. Menurutnya, harus ada subsidi mobil listrik sehingga investor nyaman.

Dia juga menjelaskan ada tawaran untuk pengembangan teknologi mobil listrik agar produksi baterai, mesin dan charging-nya bisa berada di dalam negeri. "Kalau produksi bisa di dalam negeri, nanti juga bisa disuplai biodiesel untuk serapan operasional produksinya, itu berdampak baik bagi ekonomi," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

PLN Sediakan 22 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik

Senada dengan Luhut, Kementerian Perindustrian sebelumnya mengincar investasi sektor industri baterai kendaraan listrik yang diproyeksi akan semakin tumbuh dan berkembang di dalam negeri. Hal ini seiring implementasi Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. “Apalagi di dalam regulasi tersebut, mendorong pengoptimalan konten lokal, sekaligus nantinya untuk meningkatkan daya saing dan memperdalam struktur industri kita,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menurut Menperin, salah satu hal penting dalam percepatan industri kendaraan listrik adalah penyiapan industri pendukungnya sehingga mampu meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri. Misalnya, penyiapan industri Power Control Unit (PCU), motor listrik dan baterai.

Berdasarkan catatan Kemenperin, perkembangan investasi di Indonesia untuk sektor industri yang akan memproduksi baterai kendaraan listrik hanya tinggal satu tahap lagi yang dibutuhkan, yaitu investasi industri battery cell. Tahapan lainnya seperti mine concentrateserta refinery and electrochemical production telah ada investasi masuk di Kawasan Industri Morowali (IMIP) di Sulawesi Tengah.



Sumber: ANTARA