Konser untuk Pendidikan Seminari Mataloko

Konser untuk Pendidikan Seminari Mataloko
Siswa Seminari Mataloko saat berkunjung ke Berita Satu Media Holdings (BSMH). ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao )
Alex Dungkal / AB Kamis, 23 Oktober 2014 | 06:41 WIB

Jakarta - Sebanyak 35 siswa Seminari St Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko, Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berkunjung ke redaksi BeritaSatu Media Holdings (BSMH) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (22/10). Dalam kunjungan tersebut, mereka diterima Pemimpin Redaksi Harian Suara Pembaruan, Investor Daily, dan Beritasatu.com, Primus Dorimulu.

​Kunjungan siswa pendidikan calon pastor ke BSMH itu dipimpin Praeses Seminari Mataloko, Romo Gabriel Idrus Pr. Mereka mendapat penjelasan soal perkembangan industri media dan usaha-usaha media yang dibangun oleh BSMH. ​

“Pendidikan di seminari harus akrab dengan teknologi canggih. Ini sudah menjadi sebuah tuntutan,” kata Primus Dorimulu.
​
Ke-35 siswa Seminari Mataloko merupakan anggota Berkhmawan Choir yang datang ke Jakarta dengan maksud menggelar konser untuk menggalang dana bagi kepentingan pendidikan di seminari. Setelah misa komunitas pada 16 Oktober lalu di aula Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, di tempat yang sama akan digelar konser khusus malam dana pada Sabtu, 25 Oktober 2014.

​“Kami mengharapkan kepedulian para pihak untuk berpartisipasi dalam rangkaian penggalangan dana ini,” kata Emanuel Umbu Kaleka, ketua Alumni Seminari Mataloko se-Jabodetabek.
​
Dalam usianya yang menginjak 85 tahun, Seminari Mataloko kini memang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Fasilitas asrama dan bangunan kelas-kelas sudah keropos dimakan usia.

“Kami harus mengambil langkah untuk segera merehabilitasi gedung asrama dan fasilitas sekolah semampu kami. Daya tampung, kelayakan, dan daya tahan banngunan tua ini sudah sangat berisiko jika tidak segera direnovasi,” kata Praeses Gabriel Idrus Pr.

​Menurut Romo Gabriel, beban untuk merehabilitasi gedung dan fasilitas asrama dan persekolahan sangat berat. ”Dibutuhkan setidaknya Rp 9,5 miliar untuk merehabilitasi kedua sisi bangunan tersebut,” katanya.
​
Guna menggalang dana bagi kelangsungan pendidikan di Seminari Mataloko, berbagai upaya telah dilakukan oleh para alumninya, antara lain dengan membentuk Yayasan Alumni Seminari St Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko (Alsemat).

Pada kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Alsemat, Primus Dorimulu menyerahkan sumbangan sebesar Rp 100 juta yang diterima Praeses Seminari Mataloko Romo Gabriel Idrus.
​
Sebagai lembaga pendidikan khusus calon imam, Seminari Mataloko sudah menghasilkan 16 uskup dan lebih dari 500 pastor yang berkarya di berbagai penjuru dunia. Kendati merupakan lembaga pendidikan calon pastor untuk pelayanan Gereja Katolik, Seminari Mataloko juga telah menghasilkan para profesional yang berkarya di berbagai medan tugas. Lebih dari 7.000 siswa yang pernah mengenyam pendidikan di sana dan tak sedikit yang berbakti bagi bangsa dan negara sebagai birokrat, politikus, pengacara, pers, dan lain-lain. 

Sumber: Investor Daily