Iceperience.id 2019

Mencari Bibit Baru di Ranah Musik Elektronik

Mencari Bibit Baru di Ranah Musik Elektronik
DJ Winky Wiryawan menjelaskan tentang ekosistem musik elektronik di Indonesia, dalam jumpa pers Iceperience.id, di Senayan Jakarta, Selasa 14 Mei 2019. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Rabu, 15 Mei 2019 | 10:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Demi memajukan perkembangan industri musik elektronik di Tanah Air, Iceperience.id (ICE) kembali digelar. Tepatnya hari ini, Rabu (15/5/2019), pendaftaran dibuka melalui www.iceperience.id, untuk para produser musik elektronik yang sudah piawai maupun pemula.

Dikatakan perawakilan dari Iceperience.id, Diopsaputra, saat ditemui Beriatasatu.com, di Senayan City, Selasa (14/5/2019), tema yang diangkat tahun ini adalah #localICEmovement. Bersama dengan tema ini, tim Iceperience.id ingin memberi ruang dan apresiasi kepada talenta lokal, kemudian membawa mereka ke level yang lebih tinggi lagi.

"Kami tidak terpaku pada sisi pelaku musiknya saja, tetapi juga dari sisi audience. Kami berharap ICE 2019 bisa mendorong ekosistem yang berkualitas bagi industri musik elektronik,” ujar Diopsaputra.

Berbeda dengan tahun lalu yang fokus mencari DJ (disc jockey), program ICE 2019 kini lebih mencari orang-orang kreatif yang berbakat dalam electronic music producer contest (EMPC). Program ini merupakan ajang adu kemampuan bagi para produser musik elektronik baik amatir maupun profesional untuk bersaing menjadi yang terbaik.

Pemenang dari EMPC akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi dengan Sean Miyashiro, pendiri dari 88 Rising, sebuah perusahaan media yang bermarkas di New York, Amerika Serikat.

Diopsaputra menuturkan, pemilihan Sean Miyashiro sebagai kolaborator dari 88 Rising tak lepas dari rekam jejak 88 Rising yang sedang naik daun sebagai label dunia yang menelurkan penyanyi bertaraf internasional. Sebut saja Rich Brian, NIKI, Joji, dan Higher Brothers.

"Kehadiran Sean Miyashiro diharapkan menjadi motivasi untuk produser musik Indonesia supaya bisa berkiprah di panggung Internasional. Di sisi lain, kolaborasi dengan Sean Miyashiro dari 88 Rising dipastikan akan meningkatkan popularitas, kualitas dan kapasitas bermusik pemenang EMPC," kata Diopsaputra

Tidak hanya dengan Sean Miyashiro, ICE 2019 juga melibatkan DJ andal sebagai juri profesional. Mereka antara lain DJ Winky Wiryawan, Riri Mestica, DJ Sumantri, Eka Gustiwana, DJ Haji, Fajar Juliawan, dan Lawrence Philip (SAE Institute Jakarta).

“Dengan kehadiran juri-juri tersebut, kami berharap EMPC dapat melahirkan sosok produser musik dengan keahlian yang mumpuni, sehingga bisa membuat Indonesia semakin dikenal di panggung musik elektronik dunia,” ujar DJ Miko yang juga hadir sebagai pembicara



Sumber: BeritaSatu.com