Masyaratkan Musik Klasik, Jonathan Kuo Gelar Konser Piano untuk Negeri

Masyaratkan Musik Klasik, Jonathan Kuo Gelar Konser Piano untuk Negeri
Pianis muda, Jontahan Kuo (kiri) bersama konduktor sekaligus pendiri Jakarta Sinfonietta, lswargia R Sudamo berfoto usai jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (24//5/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / WBP Minggu, 26 Mei 2019 | 10:24 WIB

Jakarta, Beritsasatu.com - Pianis kenamaan Indonesia Jonathan Kuo akan kembali menyapa para penggemarnya melalui sebuah konser yang dipersembahan untuk negeri. Kali ini pianis muda itu menggelar konser Resital Solo di Balai Resital Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 25 Juni 2019. Lewat gelaran konser ini, Jonathan Kuo ingin agar musik klasik bisa dinikmati masyarakat luas, sehingga, perkembangan di Indonesia bisa maju, layaknya negara-negara di Eropa.

“Setiap orang memiliki cara dan jalannya sendiri. Inilah cara saya untuk memasyarakatkan musik klasik di Indonesia. Harapannya, akan banyak talenta baru yang tertarik mencintai musik klasik. Saya melihat dari segi skill, pianis Indonesia bisa jauh lebih unggul dari pianis Eropa dan negara Asia lainnya,” jelas Jonathan Kuo saat jumpa pers Resital Solo Jonathan Kuo di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2019).

Dalam konser tersebut, Jonathan Kuo akan tampil selama 1,5 jam memainkan delapan komposisi piano klasik gubahan Bach, Beethoven, Schubert, Schumann, Debussy, Prokofier, dan Chopin dengan masing-masing lagu bisa berdurasi sekitar 15 menit. “Tahun lalu saya diiringi orkestra, kali ini saya main sendiri. Benar-benar solo. Tantangannya jauh lebih ke konsentrasi karena tidak ada jeda untuk menampilkan permainan terbaik,” ungkap laki-laki kelahiran Bandung, 21 September 2002 ini.

Proses latihannya pun berlangsung ketat. Setiap hari ia bisa menghabiskan lima sampai delapan jam untuk berlatih. Namun jika tenaganya mulai menipis, ia memilih berhenti dan berekreasi ke taman dekat rumahnya untuk mencari inspirasi. “Bermain piano juga perlu inspirasi. Inspirasi tidak akan datang jika perasaan kita bosan. Jadi, saya memilih berhenti sejenak dan menikmati alam sekitar. Setelah itu, semangat saya seperti terisi kembali,” jelas Jonathan Kuo.

Jonathan Kuo mengungkapkan, bermain piano klasik adalah media untuk meluapkan semua perasaan dan emosi. Lewat piano, dia merasa lebih ekspresif. Jonathan mengaku bisa sampai menangis kalau bermain piano.

Bakat Istimewa
Jonathan Kuo adalah seorang murid dari konduktor sekaligus pendiri Jakarta Sinfonietta, lswargia R Sudamo. Sang guru pun menyebut, sejak usia tujuh tahun, Jo adalah anak yang cerdas dan berbakat. Kemampuannya dalam memainkan tuts piano meningkat seiring dengan perkembangan waktu. “Menurut perkiraan saya, tidak banyak anak Indonesia bahkan di Eropa yang memiliki bakat spesial seperti Jo. Sejak kecil kemahirannya memainkan karya pianis besar dan juga tidak mudah, seperti Chopin, Beethoven, Prokofiev, Bach, dan Liszt itu sangat baik,” jelas lswargia R Sudamo.

Dalam konser ini pun, sang pelatih mengatakan Jo akan menampilkan permainan yang akan memukau penontonya, dengan berbagai karya pianis besar dari beragam level kesukaran. Hal ini dimaksud, agar para penonton bisa melihat bagaimana klimaks permainan piano solo Jonathan Kuo.

Sejumlah prestasi yang telah diraih Jonathan antara lain peringkat ke-2 serta penghargaan khusus untuk penampilan Marzuka terbaik pada 5th Asean International Chopin Piano Competition di Kuala Lumpur, Malaysia; juara ke-1 Indonesia Steinway Youth Piano Competition, 2014 Kategori Talentum B, usia di bawah 13 tahun; juara ke-1 Thailand 1st Chopin International Competition 2014-Group C; dan peringkat ke-2 Medan International Piano Competition 2015- Kategori E, usia 13-17 tahun.



Sumber: BeritaSatu.com