Demi Album Digital, Kelvin Andreas Perdalam Musik Jaz Hingga Amerika

Demi Album Digital, Kelvin Andreas Perdalam Musik Jaz Hingga Amerika
Kelvin Andreas. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Rabu, 12 Juni 2019 | 14:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Buat sebagian orang, musik jaz dianggap sebagai genre yang berat, abstrak, dan rumit. Namun, tidak buat penyanyi Kelvin Andreas. Menurutnya, musik jaz memiliki keunikan tersendiri. Hal itu dibuktikannya dengan mulai mengenal musik jaz sejak usia 6 tahun. Tak hanya menyukai musik beraliran jaz, putra pasangan The Alexander Theogianto dan Selvia Ang itu juga berusaha memahami alat musik yang kerap digunakan.

Alumnus SMA Kristen Petra 2 Surabaya itu menilai bahwa kekayaan musik beraliran jaz justru terletak dari nada yang keluar dari instrumen yang dimainkan. 

"Setelah lebih mengenal jaz, saya jadi jatuh cinta.Menurut saya musiknya unik dan punya karakter. Demi mendalami ilmu musik jaz saya pun mencoba mendalaminya dari Yason Gunawan. Dari beliau, saya belajar banyak seperti teori musik dan instrumen lain yaitu saksofon dan piano," ucapnya saat berbincang dengan sejumlah media, Selasa (11/6/2019).

Usai lulus pendidikan SMA, dirinya pun memutuskan untuk mendalami ilmu musik dengan mengambil bidang kuliah musik sebagai jalan hidupnya. Meski sebenarnya, kedua orangtuanya agak ragu dengan apa yang diambilnya. Namun, Kelvin tetap berusaha meyakinkan dengan mencoba mendaftar di sebuah universitas musik bertaraf Internasional. Hasilnya, dirinya mendapat beasiswa di Universitas Capilano Kanada, tetapi atas anjuran sang kakak, dirinya mencoba mengambil kuliah di Berklee College of Music Boston, Amerika Serikat.

"Awalnya sempat ragu bisa ambil kuliah di Berklee. Namun Puji Tuhan akhirnya saya bisa keterima juga di sana dan mendapat beasiswa juga. Ssaat kuliah di sana, ujiannya tidaklah mudah, karena kita diuji untuk bisa berimprovisasi. Kemudian, ada tes kemampuan sight reading atau baca partitur not balok. Terakhir, saya diuji berbagai genre musik, seperti jaz dan funk, sekaligus jamming bareng jurinya. Di sana saya ambil jurusan Jaz Composition karena saya mencoba mengembangkan bakat dan minat saya di bidang musik jaz," tambahnya.

Selama empat tahun belajar tentang musik jaz di Berklee, pemuda kelahiran Surabaya, 20 September 1995 itu pada awal April lalu, merilis album yang berjudul Vivid Imagery. Terdapat tujuh buah lagu yang digarapnya sendiri. Kini, album itu bisa dinikmati di aplikasi musik digital, seperti Spotify dan iTunes.

Selain mendalami musik jaz, beberapa prestasi membanggakan pernah diraih Kevin yakni tampil dalam acara Berklee China US Music Concert featuring Tia Ray di Boston, Massachusetts, dan Hanbeom n Lee Jazz Quartet di New York pada tahun 2018 lalu. Lalu puncaknya tahun 2018 lalu, dia bersama grup band GRJ and The Recipe pernah mendapat nominasi Best Blues Act of the Year 2018 oleh New England Music Awards.

Lalu melakukan tur ke Washington DC dengan Ai’s Sakura Band selama tiga hari pada acara tahunan Cherry Blossom Festival.

"Dalam waktu dekat ini aku juga diundang buat acara TV AM Garden Show. Maindan sekalian bahas dan promo album Vivid Imagery," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com