Yanni Sihir Penonton di Panggung Prambanan Jazz

Yanni Sihir Penonton di Panggung Prambanan Jazz
Komposer asal Yunani, Yanni tampil sempurna di Rorojonggrang Stage Prambanan Jazz 2019 pada Sabtu malam, 6 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / JAS Senin, 8 Juli 2019 | 10:39 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Yanni, komposer asal Yunani bernama asli Giannis Chrysomallis (64), sukses mengaduk-aduk emosi penonton dengan lagu-lagu yang terdapat dalam album Live at The Acropolis, seperti Santorini, Keys to Imagination, Until The Last Moment, The Rain Must Fall, Reflections of Passion, Acroyali, Standing in Motion, One Man’s Dream, Nostalgia.

“Apa kabar? Saya senang ada di Jogja,” sapa Yanni kepada para penggemarnya setelah selesai membawakan tiga karya terbaiknya di Rorojonggrang Stage pada Sabtu, (6/7/2019) malam.

Di hadapan 6.000 lebih penonton yang 60 persennya penonton manca-negara, Yanni mengatakan baru pertama kali ke Indonesia dan langsung mengangumi orang Indonesia. “Orang Indonesia adalah orang termanis di dunia,” ucapnya. Begitupula dengan Candi Prambanan, Yanni mengaku takjub dengan keajaiban alam itu.

Yanni tetap memainkan piano akustik, sesekali memainkan piano elektrik, terkadang memadukan nada dari kedua jenis piano tersebut. Pada lagu kedua, For All Seasons dan Keys to Imagination, Yanni membuat penonton hanyut dalam imajinasi yang tak bertepi.

Kepada penonton, Yanni kembali memaparkan, lagu berjudul Falitsa, bertutur tentang kisah cinta tak bersyarat dari seorang wanita. Dia bernama Felitsa. “Dialah ibu saya," kata Yanni.

Penampilan Yanni di Prambanan Jazz.

Selain Felitsa, Yanni juga membawakan musik hitnya yang lain. Mulai dari When Dreams Comes True, The Rain Must Fail, dan Reflections of Passion. Penampilannya ditutup dengan racikan musik berjudul The Storm.

Tampil selama 2,5 jam, Yanni mengatakan alasannya selalu tampil di ikon negara adalah untuk memperkenalkan ikon tersebut kepada seluruh dunia melalui musik-musiknya. "Sebab musik itu bisa dirasakan dan dimengerti siapa saja, musik adalah bahasa yang universal," kata Yanni.

Yanni mengatakan penampilannya di Candi Prambanan akan terus dikenang olehnya. Sebab suasana dan respons penonton saat itu akan berpengaruh pada inspirasinya meracik musik baru.

Prambanan Jazz Festival 2019, festival yang kini dipromotori oleh Rajawali Indonesia dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko, digelar sejak 2015 silam ini, berhasil menghadirkan salah satu musisi dan komposer legendaris dunia, atau lebih dikenal dengan Yanni.

Dalam penampilannya, Yanni berhasil membawakan sebanyak 22 lagu dari beberapa album yang telah ia ciptakan selama karier bermusiknya sejak tahun 70-an. 

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi memaparkan, kehadiran Yanni pada Prambanan Jazz Festival 2019 menjadi momen yang sangat mengharukan bagi banyak orang, di mana seorang musisi legendaris dunia yang telah lama dinantikan akhirnya bisa diboyong untuk tampil di Indonesia.

Yanni (kiri) bersalaman dengan Habib Luthfi bin Yahya.

Bahkan hal itu pun dirasakan pula oleh Habib Luthfi bin Yahya, seorang tokoh agama ternama Indonesia yang bisa menyaksikan secara langsung musisi idolanya. Sampai-sampai kata Anas, Pemimpin Forum Ulama Sufi Sedunia ini menangis terharu dibuatnya.

“Bagi orang-orang yang senang musik, Yanni memang sangat luar biasa. Musik beliau patut untuk diapresiasi. Saya mengagumi beliau, karena beliau adalah pembaharu di dunia musik yang bisa mengkombinasikan berbagai jenis nuansa musik. Bisa mengambil dari Yunani, Timur Tengah, China dan lainnya menjadi sesuatu yang luar biasa. Itu menurut saya,” jelas Habib Luthfi.

Selain itu, Prambanan Jazz Festival 2019 hari kedua mampu menyedot lebih dari 15.000 penonton yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mancangneara. Bagi Anas, apa yang menjadi ekspektasi promotor sejak lama bersama Yanni berhasil terwujud pada hari ini. Bahkan, mahakarya musik Yanni dan Candi Prambanan mampu menyatu dan berhasil menciptakan energi positif yang magis.

“Secara konser menurut kita ini sangat luar biasa dan sesuai ekspektasi, di mana musik Yanni dimainkan di hadapan World Heritage (Warisan Dunia) benar-benar bisa menyatu dan mampu menciptakan energi positif yang magis,” ujar Anas.

Sedang pada hari terakhir, Minggu (7/7/2019), Prambanan Jazz Festival 2019 ditutup dengan penampilan musisi dunia lainnya, Brian McKnight dan Anggun C Sasmi, juga musisi papan atas Indonesia, Ari Lasso, Glenn Fredly, Tompi, dan ditutup oleh Tulus.

Ribuan penonton dibuai lagu 90-an ketika Brian McKnight menyanyikan Way Love Goes, Crazy Love, dan Only One for Me.

Setelah itu, penyanyi Indonesia yang sudah go international unjuk kebolehan, Anggun, membuka penampilannya dengan lagu berjudul Rose. Dengan baju serba hitam Anggun membawakan lima lagu. Setelah lagu pertama Anggun menyanyikan lagu kedua berjudul No Promises.

Anggun sempat menyapa dengan bahasa Jawa, "Pripun kabare?" di sela sela lagu kedua yang dibawakannya.

Anggun tampil dengan karakter suaranya yang berat dan membawakan lagu lagu yang sudah tak asing di telinga para penggemarnya, seperti ‘Kembali’.

Sedang Tulus, menjadi penutup dari perhelatan Prambanan Jazz Festival 2019, membawakan tembang hitnya termasuk yang melambungkan namanya, mulai dari Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Tukar Jiwa, Labirin, Ruang Sendiri hingga Sewindu.



Sumber: Suara Pembaruan