Kerap Ditawari Berpolitik, Ari Lasso Mengaku Tak Sanggup

Kerap Ditawari Berpolitik, Ari Lasso Mengaku Tak Sanggup
Ari Lasso ( Foto: Dina fitri anisa )
Chairul Fikri / JAS Jumat, 8 November 2019 | 23:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Munculnya beberapa artis dan juga figur publik dalam kontestasi politik di Indonesia beberapa tahun belakangan memang menyita perhatian. Dari tahun ke tahun artis dan pekerja dunia hiburan kini banyak yang rela terjun ke dunia politik. Ini lantaran mereka menganggap diri mereka mampu terjun kedunia yang pasti lain dengan dunia yang mereka geluti.

Sebut saja musisi Anang Hermansyah, penyanyi Krisdayanti, artis Arzety Bilbina, Tommy Kurniawan dan juga pentolan grup Dewa 19, Ahmad Dhani Prasetyo yang kini terjun ke dunia politik.

Namun ingar bingar dunia politik tak membuat musisi Ari Lasso tertarik menggelutinya. Meski mengaku dirinya sudah sering ditawari masuk menjadi anggota beberapa partai besar di Indonesia. Hal itu diungkapkan mantan vokalis Dewa 19 itu saat berbincang melalui media sosial bersama artis Deddy Corbuzier.

"Aku sebenarnya sudah ditawari berpolitik sejak tahun 2009 oleh salah satu partai politik besar di Indonesia lengkap embel-embel rupiah juga. Tapi ya gimana, saya tuh masih bisa sangat kesal dan apa istilah anak sekarang? Baper, ketika orang dengan seenaknya menyerang saya. Dan saya mikir, kok ya saya enggak ngerasa kuat berpolitik kalau begitu," ungkap Ari Lasso.

Selain dirinya masih belum siap menganggapi kritikan dan teguran dari lawan-lawannya, pria kelahiran Madiun, 17 Januari 1973 itu juga mengaku belum mampu memikul tanggung jawab besar yang mungkin dibebankan kepada dirinya bila terpilih jadi anggota dewan atau ada di dalam pemerintahan.

"Saya itu dari dulu enggak pernah makan dibiayai oleh negara, oleh rakyat. Enggak mau, tanggung jawabnya gede buat saya. Sehingga mungkin dalam 5-10 tahun ke depan saya kok kayaknya belum sanggup memikulnya (tanggung jawab). Dan buat saya, menjadi pemimpin itu enggak harus berpolitik, tapi bisa dari manapun. Karena saya seorang musisi yah perjuangan saya adalah bagaimana saya memperjuangkan karya saya agar didengar dan di hargai. Dan itu enggak mesti dari dalam (pemerintahan)," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com