Jatiluhur Jazz Festival Pukau Penonton

Jatiluhur Jazz Festival Pukau Penonton
Jatiluhur Jazz Festival. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Minggu, 1 Desember 2019 | 08:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - The 1st International Jatiluhur Jazz Festival (IJJF) mulai digelar di Pelabuhan Biru, Kawasan Wisata Waduk Jatiluhur, Purwakarta Jawa Barat, Sabtu (30/11/2019).  Sederet musisi tampil memukau menyanyikan lagu hit masing-masing, di antaranya Marcell, Dwiki Dharmawan & World Peace Project, Syaharani & Queenfireworks, Ermy Kullit, Mus Mujiono, Imelda Rosalin, Java Jive, Wizzy, Steve Thornton, Kamal Musallam, Zaskia Gotik, Idea Percussion, Selaawi Ethnic Esemble, dan Moccondos 40.

Hujan yang turun di arena festival tidak menyurutkan minat penonton untuk menyaksikan penampilan para artis yang atraktif dengan lantunan irama khas masing-masing.

Gelaran IJJF resmi dibuka oleh Direktur Utama (Dirut) Jasa Tirta II U Saefudin Noer, Direktur Artistik Jatiluhur Jazz Festival 2019 Dwiki Dharmawan, Komandan Korps Marinir Suhartono, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, dan Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius.

Dirut Saefudin Noer menyampaikan IJJF menjadi bagian dari program unggulan Jasa Tirta II untuk mempromosikan pariwisata melalui music tourism, sekaligus sarana meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Festival perdana jaz yang digelar di Waduk Jatiluhur dengan mengusung tema "Green, Water, and Life" merupakan bagian dari kampanye menjaga lingkungan dan air bagi kehidupan.

"Tema tersebut dipilih sebagai gerakan penghijauan agar pohon-pohon kembali ditanam dan tumbuh, karena tanpa pohon tak ada air yang tersimpan, tanpa air, kehidupan kita terganggu, makanya tema kali ini adalah 'Green, Water, and Life'," kata Saefudin.

Tak hanya itu, event ini juga dilaksanakan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dalam ekosistem ekonomi melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, UMKM, pelaku ekonomi lokal dan kreatif, para seniman dan budayawan lokal, nasional dan mancanegara.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, melalui pesan video, mengatakan festival ini merupakan acara BUMN yang diselenggarakan sebagai bagian upaya kolaborasi dengan ekonomi di sekitar Waduk Jatiluhur.

"BUMN tidak mungkin berdiri sendiri seperti menara gading, tetapi harus jadi bagian bersama masyarakat," ujar Erick melalui video yang diputar saat pembukaan IJJF 2019.

Hal tersebut tak lain untuk mewujudkan bakti BUMN untuk negeri dan BUMN sebagai mitra dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.

Apresiasi
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengapresiasi langkah Jasa Tirta II menginisiasi festival jaz yang selaras dengan visi dan misi untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Purwakarta dan akan berdampak positif untuk perekonomian masyarakat Purwakarta.

"Ketika kunjungan wisatawan tinggi, banyak yang ke Purwakarta, mereka pasti butuh makan, butuh oleh-oleh khas Purwakarta. Itu akan terus mendorong UMKM Purwakarta berkembang," kata Anne.

Festival jaz tersebut digelar di kawasan Pelabuhan Biru yang berada di tepi waduk. Semilir angin sore dan malam hari disertai  pemandangan pegunungan yang indah serta Morning Glory sebagai ikon Waduk Jatiluhur, menemani para musisi dan penonton. 

Morning Glory yang merupakan menara pelimpah air termegah di dunia, sekaligus menjadi landscape festival, melengkapi sajian musik penuh inovasi dan improvisasi.

Waduk Jatiluhur dipilih sebagai lokasi festival jaz karena keberhasilan Jasa Tirta II selaku BUMN pengelola sumber daya air yang telah membersihkan badan air Sungai Citarum dengan program padat karya bersama masyarakat. Waduk berusia 52 tahun telah berubah dari yang penuh gulma menjadi perairan eksotis dan penuh manfaat, sehingga fungsi-fungsi teknis waduk untuk ketahanan air nasional senantiasa terjaga.

Pada hari kedua atau hari terakhir festival, Minggu (1/12/2019), artis Via Vallen akan menggoyang Waduk Jatiluhur bersama Krakatau, Indro Hardjodikoro feat Farabi All Stars, Farabi Bigband feat Ita Purnamasari, Saratuspersen, Uban Project, dan 57 Kustik.



Sumber: BeritaSatu.com