Kila, Bangkitkan Eksistensi Lagu Anak Indonesia

Kila, Bangkitkan Eksistensi Lagu Anak Indonesia
Sita Dewanto adalah Ketua Tim Kerja Kila menjelaskan, pendaftaran Kila 2020, dalam jumpa pers online, Rabu 29 Juli 2020. (Foto: SP/Dina Fitri Anisa / Dina fitri anisa)
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 29 Juli 2020 | 21:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Eksistensi lagu anak-anak di zaman digital semakin memprihatinkan. Selain tidak ada regenerasi pencipta dan penyanyi lagu anak, perhatian industri pada lagu-lagu anak juga minim. Melihat fakta tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru bersama dengan Kita Indonesia menyelenggarakan lomba untuk membangkitkan eksistensi penyanyi dan pencipta lagu anak bertajuk Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (Kila).

Lomba yang digelar pada 1 Agustus 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020, gratis untuk siapa saja. Direktur Jenderal Pendidikan, Hilmar Farid, dalam jumpa pers online, di Jakarta, Rabu (29/7/2020) mengatakan, penyelenggaraan Kila bertujuan merangkul anak-anak Indonesia pada rentang usia 3-12 tahun untuk aktif, kreatif, riang dan gembira melalui lagu.

Menurut Hilmar, masa pandemi anak-anak butuh hiburan di tengah pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saat fasilitas bermain di luar sangat terbatas terutama, maka lagu anak menjadi pilihan untuk tetap gembira. Terlebih jika mengacu pada hasil riset, ternyata dalam sehari anak-anak menghabiskan waktu rata-rata 6,5 jam bermain gawai.

"Ini adalah upaya untuk mengembalikan masa anak-anak untuk berkembang secara wajar, memupuk jati diri dengan mengenal dan menyanyikan lagu anak berbahasa Indonesia. Lagu anak juga bisa menghindari anak meniru perilaku orang dewasa dengan menyanyikan lagu mereka. Lagu anak menjadi media untuk membantu mereka akrab dengan identitasnya, menumbuhkan rasa percaya diri, dan bangga sebagai anak Indonesia,” terang Hilmar.

Seleksi
Sementara Sita Dewanto Ketua Tim Kerja Kila menjelaskan, program ini tidak berbayar dan formulir bisa diperoleh pada www.kilaindonesia.id. Masyarakat umum juga bisa menyemarakkan kegiatan dengan menyertakan tagar #KITAnakIndonesia dan #KITACintaLaguAnak di media sosial.

"Semua dilakukan online, pihak Kemdikbud juga bisa mengawal. Nantinya, para peserta bisa mengirim video performance masing-masing, dan akan dikurasi oleh para dewan juri kita,” tutur Sita.

Pengumuman hasil seleksi pada 15 September 2020 nantinya tidak dapat diganggu gugat. Panitia pelaksana akan mengumumkan nama-nama yang masuk dalam tahap seleksi lanjutan melalui situs dan media sosial Kila.



Sumber: BeritaSatu.com