Kisah Pilu Anak-anak Timor Leste Dibukukan
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.47)   |   COMPOSITE 5091.82 (17.41)   |   DBX 966.643 (3.06)   |   I-GRADE 139.941 (0.36)   |   IDX30 428.154 (0.24)   |   IDX80 113.358 (0.19)   |   IDXBUMN20 291.199 (1.72)   |   IDXG30 119.599 (-0.29)   |   IDXHIDIV20 379.423 (0.06)   |   IDXQ30 124.629 (0.12)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.3)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.08)   |   IDXV30 107.251 (0.02)   |   INFOBANK15 832.7 (1.54)   |   Investor33 373.408 (0.63)   |   ISSI 150.953 (0.2)   |   JII 549.986 (0.31)   |   JII70 187.543 (0.26)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.27)   |   LQ45 788.563 (0.78)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.56)   |   PEFINDO25 277.129 (3.46)   |   SMInfra18 242.149 (-0.38)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.55)   |  

Kisah Pilu Anak-anak Timor Leste Dibukukan

Senin, 20 Januari 2014 | 20:31 WIB
Oleh : Kharina Triananda / MUT

Jakarta - Konflik Timor Timur (saat ini bernama Timor Leste) pada 1975 ternyata meninggalkan kisah yang tidak banyak diketahui orang. Kisah tersebut terkait dengan ribuan anak-anak Timor Leste yang pada saat konflik dipindahkan oleh Kopasus Indonesia dari tanah kelahirannya dan menetap di kota-kota lain di Indonesia.

Banyak dari mereka yang saat ini tinggal dan bekerja di Indonesia dan memiliki keluarga sendiri di sana. "Orang-orang yang mengambil mereka banyak yang melakukannya karena niat baik, tetapi sikap paternalistis mereka, termasuk mengambil banyak anak-anak berlawanan dengan keinginan orang tua dan dan keluarga mereka, yang berarti sangat sedikitnya pengertian mengenai penderitaan pribadi dan kesakitan yang ditimbulkan oleh perpisahan tersebut."

Kata-kata di atas adalah sepenggal Prakata dari Kirsty Sword Gusmao (istri Xanana Gusmao) dalam buku karangan Helene van Klinken yang berjudul Anak-anak Tim-Tim di Indonesia: Sebuah Cermin Masa Kelam.

Helene mengaku semua penelitian yang dia lakukan mengenai isu anak-anak Timor Leste pada saat konflik ini awalnya hanya untuk Tesisnya demi mendapat gelar Ph.D. Namun, Helene merasa kisah ini harus dibaca banyak orang, jangan hanya orang-orang akademisi.

"Kalau hanya menulis tesis, tidak akan banyak yang membaca. Buat saya harus ada buku dan harus ada yang dalam bahasa Indonesia karena ini adalah sejarah Indonesia," ujar Helene pada peluncuran buku Anak-anak Tim-Tim di Indonesia: Sebuah Cermin Masa Kelam di Jakarta, Senin (20/1).

Helene mengaku sangat tertarik dengan tema ini, bahkan jauh sebelum dia menyusun tesisnya untuk jurusan Sejarah di Universitas Queensland, Australia. Hal itu disebabkan, sejarah atau masa lalu sangat penting bagi Helene. Sebuah masyarakat tidak akan pernah maju kalau mengabaikan apa yg terjadi di masa lalu dan belajar dari situ.

"Kesalahan akan terus berulang kalau kita tidak melihat dan belajar dari masa lalu. Sedangkan isu ini sangat penting karena menyangkut masa depan sekelompok masyarakat," ungkapnya.

Hal lain yang membuatnya tertarik adalah karena dulu Helene pernah meneliti kasus anak-anak aborigin yang dipisahkan dari keluarganya juga. Menurutnya banyak kemiripan antara kasus anak-anak aborigin tersebut dengan yang terjadi di Timor Leste.

Proses pembuatan tesis ini cukup memakan waktu lama. Helene mengaku membutuhkan waktu hampir 10 tahun dalam penyusunannya.

"Saya mulai di Februari 2004. Kesulitan yang saya temui pada saat mengumpulkan data. Saat saya datang ke beberapa yayasan, mereka mengaku sudah tidak memiliki data tahun 70an. Akhirnya saya mengandalkan narasumber-narasumber saya yang terdiri dari orang-orang tua disana dan mereka yang dulu pernah jadi salah satu korban yang dipisahkan dari keluarganya. Namun, banyak dari mereka yang tidak mengingat detail-detailnya," kata Helene.

Helene kemudian melanjutkan, dia tidak mengharapkan respons pemerintah Indonesia dari hasil tesis dan bukunya ini. Menurutnya, ini benar-benar ia lakukan untuk memberi fakta ke masyarakat mengenai apa yang terjadi di masa lalu.

"Bukan tugas saya untuk memberi saran apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia. Kebetulan saya hanya orang asing yang memiliki kesempatan untuk memberi fakta atau data yang mungkin bisa menjadi inspirasi atau bahan pemikiran," tandasnya.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Ayu Ting Ting Mantap Bercerai

"Saya rasa perempuan mana yang nggak akan merasa berat dan menyerah di posisi saya."

HIBURAN | 20 Januari 2014

Ayu Ting Ting Akui Salah Pilih Suami

"Kehidupan saya sama kayak lagu yang saya bawain yakni Alamat Palsu. Saya ternyata salah memilih orang untuk jadi suami saya," ungkap Ayu Ting Ting.

HIBURAN | 20 Januari 2014

Melahirkan, Ayu Ting Ting Maafkan Enji

Proses melahirkan hanya ditemani oleh orangtuanya dan tanpa kehadiran sang suami.

HIBURAN | 20 Januari 2014

Ketua KPK Beri Pembekalan Pemilihan Puteri Indonesia 2014

Masalah korupsi cukup menjadi perhatian pada ajang ratu kecantikan yang diselenggarakan Yayasan Puteri Indonesia (YPI).

HIBURAN | 20 Januari 2014

Kalangan Anak Muda Semakin Minati Tarian Tradisional

Saat ini, antusiasme anak muda untuk mengenal tarian tradisional semakin membaik.

HIBURAN | 20 Januari 2014

Pasundan Merona, Wujud Kekayaan Budaya Jawa Barat

Walaupun ada sentuhan modern, Kinarya GSP tidak pernah meninggalkan akar budaya Indonesia.

HIBURAN | 20 Januari 2014

Johnny Depp dan Amber Heard Resmi Bertunangan

Pasangan ini bertemu di lokasi syuting film mereka "The Rum Diary"

HIBURAN | 19 Januari 2014

Dewi Sandra Rutin Mewakafkan Sepatu

Dewi Sandra rajin memberi bagi sesama.

HIBURAN | 19 Januari 2014

Dewi Sandra: Walaupun Sudah Berhijab Tetap Suka Gaya Simpel

Dewi Sandra tetap suka yang simpel.

HIBURAN | 19 Januari 2014

Pemutaran Batman vs Superman Diundur

Diundur akibat film tersebut bentrok dengan film lainnya yang juga merupakan adaptasi komik Marvel dan digarap oleh Disney.

HIBURAN | 19 Januari 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS