Sabtu, 1 April 2023
Kasus Gagal Ginjal Akut

Pedagang Pasar Pramuka Setop Penjualan Obat Sirop Praxion

Agnes Purba / FER
Selasa, 7 Februari 2023 | 17:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat grosir obat dan alat kesehatan terbesar di Jakarta, Pasar Pramuka menyetop penjualan obat sirop penurun demam anak Praxion usai diberitakan terdapat kasus tambahan baru gagal ginjal akut pada anak.

Ketua Harian Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka, Yoyon mengatakan, sebanyak 294 toko obat di Pasar Pramuka sudah menarik obat sirop penurun demam anak Praxion dan tengah bersiap menunggu penjemputan obat dari pihak distributor.

"Mulai hari ini semua yang di-display kita minta diturunkan, kemudian di-packing, kami sudah menelepon pihak distributor di Pramuka. Nanti distributor yang menarik obat Praxion dari Pramuka, kita hanya menghentikan peredarannya aja," kata Yoyon kepada jurnalis BTV, Selasa (7/2/2023).

Advertisement

Yoyon menjelaskan, pembeli obat sirop Praxion rata-rata berasal dari pembeli dengan kelas finansial menengah ke atas. Obat sirop penurun demam tersebut, dikenal sebagai obat sirop yang ampuh dan cepat menurunkan demam pada anak.

Menurutnya, pedagang di Pasar Pramuka mengedarkan obat Praxion lantaran telah mendapat izin konsumsi dari Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM).

Selain cepat menurunkan demam pada anak, harga obat Praxion terbilang murah karena hanya dibanderol sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000.

"Respons penjual pertama sekali bingung kok ada lagi ada lagi kasusnya. Kemarin diperbolehkan (dijual), sekarang tidak. Jadi mempertanyakan kinerja dari BPOM. Kenapa kasus begini berulang-ulang?" ujar Yoyon.

"Kami ingin ya kalau memang semua yang berjenis sirup dan botol plastik ditarik dulu dari peredaran, diselidiki dulu. Baru ditentukan mana yang boleh mana yang tidak bisa diedarkan? Jadi, ini tidak membingungkan kita sebagai pedagang dan tidak membingungkan para orang tua atau masyarakat Indonesia," tegasnya.

Yoyon menambahkan, seluruh penjual obat di Pasar Pramuka siap bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini Kemenkes dan BPOM jika hendak dilakukan penarikan dan penelitian obat lainnya, agar tidak menciptakan korban-korban lainnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini


Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

1035798
1035797
1035796
1035744
1035795
1035794
1035793
1035792
1035791
1035790
Loading..
Terpopuler Text

Foto Update Icon