Menkes Sebut Biaya Vaksin Berbayar Rp 100.000 Masuk Akal

Rabu, 8 Februari 2023 | 22:58 WIB
Andrea Hosana / FER
Budi Gunadi Sadikin.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kebijakan vaksin berbayar akan dimulai apabila status pandemi sudah dicabut.

"Nantinya, vaksin berbayar akan dikenakan biaya sebesar Rp 100.000 dalam enam bulan sekali," kata Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Menurut Menkes Budi Gunadi, angka ini masih tergolong dalam kategori yang normal. Ia juga mengatakan bagi masyarakat yang kurang mampu akan dibantu dengan mekanisme Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Tiap enam bulan sekali Rp 100.000 menurut saya sih suatu angka yang masih make sense. Sedangkan untuk masyarakat yang tidak mampu, nanti kita cover melalui mekanisme PBI (Penerima Bantuan Iuran)," tegasnya.

Perubahan mengenai vaksin Covid-19 yang gratis menjadi berbayar ini, Budi katakan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian vaksin Covid-19.

Nantinya, masyarakat dapat membeli vaksin Covid-19 secara mandiri melalui apotek, puskesmas, hingga rumah sakit (RS). Namun, ditekankan bahwa proses penyuntikan hanya dapat dilakukan di puskesmas maupun RS terdekat.

Budi juga mengatakan bahwa dalam masa transisi dari pandemi ke endemi, pihaknya akan menekankan sosialisasi mana yang harus melakukan vaksinasi. Agar ketika muncul varian baru, masyarakat juga dapat mengakses diagnosis tools.



# Vaksin Berbayar# Vaksin Covid Berbayar# Menkes Budi Gunadi Sadikin# Vaksin Booster Covid
Bagikan

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI