Orang Tua Brigadir J Harap Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Divonis Pasal 340

Jakarta, Beritasatu.com - Orang tua dan keluarga Brigadir J hadir secara langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk sidang Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dengan agenda pembacaan vonis terhadap dua terdakwa Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf digelar pada hari ini, Selasa (14/2/2023).
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat berharap bahwa kedua terdakwa itu divonis sesuai Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana.
"Kita berharap sama mereka diterapkan juga Pasal 340 ke semua terdakwa. Jadi kita berharap Pasal 340 diterapkan," ucapnya.
BACA JUGA
Hadiri Sidang, Orang Tua Brigadir J Harap Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf Divonis Pembunuhan Berencana
Tidak hanya itu, Ayah Brigadir J meminta majelis hakim untuk memberikan keadilan kepada keluarganya.
"Kiranya majelis hakim atas perpanjangan tuhan memberikan keadilan kepada kita," ucapnya.
Diketahui, Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal bisa terseret dalam kasus pembunuhan lantaran disebut berperan membantu dengan membiarkan dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir J. Keduanya dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 8 tahun kurungan penjara.
Melihat vonis yang diberikan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pada Senin lebih tinggi dari tuntutan JPU, bukan tidak mungkin vonis hakim hari ini pada Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal juga bisa lebih tinggi. Namun bisa juga sama atau lebih rendah.
Kuat Ma'ruf adalah warga sipil yang menjadi sopir pribadi Ferdy Sambo. Sementara Ricky Rizal merupakan seorang polisi sekaligus ajudan dari istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Jaksa menilai Kuat Ma'ruf dianggap terbukti telah melanggar Pasal 340 KUHP subsidair pasal 338 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1.
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Survei Indikator Politik Indonesia: Unggul 26 Persen, PDIP Jadi Parpol Tertinggi Pilihan Masyarakat
Tiket Murah Kereta di 3 Jurusan Ini Paling Diburu Pengunjung KAI Expo 2023
Survei Indikator Politik Indonesia: Elektabilitas Ganjar Pranowo Masih Teratas
Setahun Tragedi Kanjuruhan, Erick Thohir: Duka Keluarga Korban Takkan Pernah Hilang
Inflasi Zona Euro September Turun Jadi 4,3 Persen,Pemicunya Harga Makanan dan Alkohol
1
MA Perintahkan KPU Cabut Aturan yang Longgarkan Mantan Koruptor Jadi Caleg
B-FILES


ASEAN di Tengah Pemburuan Semikonduktor Global
Lili Yan Ing
Perlukah Presiden/Kepala Negara Dihormati?
Guntur Soekarno
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin