ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Telusuri Aliran Dana TPPU di Kasus KSP Indosurya, Bareskrim Libatkan PPATK

Penulis: Stefani Wijaya | Editor: WIR
Kamis, 16 Februari 2023 | 14:01 WIB
Korban kasus penipuan investasi dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya melakukan aksi unjuk rasa di depan Museum Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Juni 2022.
Korban kasus penipuan investasi dana nasabah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya melakukan aksi unjuk rasa di depan Museum Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Juni 2022. (Beritasatu Photo/Stefani Wijaya)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dugaan Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU) di kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

"Terus dikoordinasikan, terkait perkara yang sudah disidangkan," kata Kasubdit III Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Robertus Yohanes De Deo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/2/2023).

Dikatakan De Deo, koordinasi tersebut menekankan bahwa penyidik turut memetakan aset-aset terkait kasus Indosurya.Sebab, masih ada aset yang belum dilakukan penyitaaan dalam perkara itu.

"Sudah sejak proses penyidikan dulu (dipetakan)," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri saat ini tengah menyelidiki adanya tindak pidana lainnya di kasus penipuan investasi dana nasabah koperasi simpan pinjam atau KSP Indosurya.

"Saat ini Dittipideksus Bareskrim Polri sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana lain yang terkait dengan Indosurya," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi wartawan, Senin (6/2/2023).

Dikatakan Whisnu, tindak pidana lain yang dimaksud terkait cara yang dilakukan KSP Indosurya dalam menghimpun dana. Salah satunya melalui skema medium term note (MTN) atau surat utang jangka menengah.

"Yakni penghimpunan dana dengan memperdagangkan produk yang dipersamakan dengan produk perbankan (MTN) tanpa izin dan menempatkan dan atau memberikan keterangan palsu dalam akta otentik, serta mempergunakan surat palsu, dan TPPU," ucapnya.



Bagikan

BERITA TERKAIT

KPK Kantongi Banyak Data Terkait Dugaan Transaksi Janggal Wamenkumham Eddy Hiariej

KPK Kantongi Banyak Data Terkait Dugaan Transaksi Janggal Wamenkumham Eddy Hiariej

NASIONAL
Jadi Tersangka TPPU, Panji Gumilang Diperiksa di Lapas 6,5 Jam oleh Penyidik Bareskrim

Jadi Tersangka TPPU, Panji Gumilang Diperiksa di Lapas 6,5 Jam oleh Penyidik Bareskrim

NASIONAL
Panji Gumilang Diperiksa dalam Kasus TPPU, Ini yang Digali Penyidik

Panji Gumilang Diperiksa dalam Kasus TPPU, Ini yang Digali Penyidik

NASIONAL
SYL Disebut Hanya Tertawa Saat Terima Cek Rp 2 Triliun

SYL Disebut Hanya Tertawa Saat Terima Cek Rp 2 Triliun

NASIONAL
Selain di Rumah SYL, PPATK Kerap Temukan Banyak Kasus Cek Palsu

Selain di Rumah SYL, PPATK Kerap Temukan Banyak Kasus Cek Palsu

NASIONAL
PPATK Sebut Cek Rp 2 Triliun di Rumah Dinas SYL Palsu

PPATK Sebut Cek Rp 2 Triliun di Rumah Dinas SYL Palsu

NASIONAL

BERITA TERKINI

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT