Wakapolri: Kapolsek Barteng Turut Dianiaya Masyarakat

Wakapolri: Kapolsek Barteng Turut Dianiaya Masyarakat
Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Farouk Arnaz / WBP Minggu, 24 Maret 2013 | 09:53 WIB

Jakarta— Wakapolri Komjen (Pol) Nanan Soekarna angkat bicara soal insiden yang terjadi di di Mapolsek Barumun Tengah, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Padang Lawas, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara Sabtu (23/3) pagi.

Orang nomor dua di tubuh Polri ini menggambarkan betapa brutalnya masyarakat yang menyerang Mapolsek Barumun sehingga menyebabkan sedikitnya 15 polisi jadi korban.

"Anggota kita bahkan dianiaya masyarakat. Kapolsek Barteng AKP Sahnur Siregar dianiaya dan alami luka memar di kepala bagian belakang dan luka gores lengan kiri. Lalu Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Wilson Pasaribu terkena lemparan batu dan mengalami luka memar di kaki kanan," kata Nanan kepada Beritasatu.com, Minggu (24/3).

Ipda Sumanto Naibaho, Nanan melanjutkan, juga mengalami luka memar di siku sebelah kiri, lalu Brigadir Daud Siregar luka memar di bahu kanan, Brigadir Seminar Saputra luka robek pada kaki kanan, dan Briptu Wira Sarjana luka memar di perut.

Korban lainnya adalah Brigadir Khairul Syaputra luka memar kaki kanan, Brigadir Muktar Pasaribu luka memar pada leher, Briptu Sukandar luka memar kaki kanan, dan Aipda Dani Sidauruk luka memar kaki kiri.

Berikutnya Briptu Herman Tambunan luka memar di matahari kaki kiri, Briptu Erik Hasibuan luka memar di kaki kanan, Brigadir Rudiarto Napitupulu luka memar pada kaki kiri, Brigadir Musa Surbakti luka memar pada kaki sebelah kanan, dan Brigadir Roni Hasibuan luka memar di lutut sebelah kanan.

Rata-rata korban terkena lemparan batu.

Sementara di pihak masyarakat, dari data yang dimiliki Nanan, ada tujuh orang yang mengalami luka tembak karena tetap menyerang petugas meski sudah diberi tembakan peringatan.

Mereka adalah Asrian luka tembak punggung kiri dan dirujuk ke RSU Adam Malik Medan, Masdawiyah luka tembak di paha kiri, Amir Kotip Pulungan luka tembak di tangan kanan, Muara Sundu luka tembak pada mata kaki kiri, dan Rustam luka tembak pada betis.

Menurut polisi, kejadian ini berawal pada 7 Februari 2013 lalu soal sengketa lahan. Persoalan ini sudah berusaha diselesaikan oleh Muspika namun masyarakat Luak Aek Buaton Kecamatan Barumun tetap tidak bisa menerima.

Bahkan, terjadi pengerusakan kantor dan penganiayaan terhadap Camat Barumun sehingga pada Jumat (22/3) malam, Polsek melakukan upaya hukum dengan melakukan penangkapan terhadap lima orang yang diduga pelaku.

Tapi Sabtu pagi sekitar 200 orang masyarakat Luak Aek Buaton mendatangi Polsek Barumun dan menuntut Polsek mengeluarkan dan melepaskan lima orang yang ditangkap. Bentrok pun pecah saat massa mulai menyerang Polsek.