Dahlan Iskan Tolak Jadi Ketua Umum Demokrat

Dahlan Iskan Tolak Jadi Ketua Umum Demokrat
Menteri BUMN, Dahlan Iskan (Foto: JG Photo)
Carlos KY Paath Senin, 25 Maret 2013 | 22:47 WIB

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan menolak menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat meskipun hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) memunculkan namanya sebagai calon paling kuat menjadi Ketum PD.

"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para responden LSN, Dahlan Iskan sudah menyatakan bahwa dirinya menolak jika ada yang menginginkan dirinya menjadi Ketua Umum Partai Demokrat," kata Koordinator BUMN Care, Budi Purnomo Karjodihardjo, dalam siaran pers di Jakarta, Senin malam (25/3).

Seperti diketahui, LSN memunculkan nama Dahlan Iskan sebagai calon kuat Ketua Umum Partai Demokrat. Dari 1.230 responden yang dimintai pendapatnya sebanyak 24,2 persen memilih Dahlan, disusul Mahfud Md di posisi kedua, dan Ani Yudhoyono di posisi ketiga.

Menanggapi hal tersebut, Dahlan Iskan menjelaskan, saat ini, dirinya sedang sibuk mengoptimalkan kinerja BUMN agar bisa memberikan lebih banyak kontribusi untuk rakyat Indonesia.

"Menjadi ketua umum partai tentu memerlukan perhatian khusus," ujar mantan Dirut PT PLN ini.

Dalam jangka pendek fokus Dahlan, antara lain, bersama Gubernur DKI Jakarta mengatasi berbagai keruwetan di Ibu Kota, mulai dari masalah kemacetan dengan sistem "contra flow" lalu lintas yang diuji coba hari ini di kawasan Grogol, pembangunan rumah susun untuk rakyat miskin yang sudah dilakukan di Kemayoran, dan rencana pembangunan waduk raksasa untuk mengatasi banjir.

"Gubernur DKI Jakarta Jokowi harus dibantu karena Jakarta adalah wajah Indonesia," ujar Dahlan.

Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951, ini juga berharap, pada bulan Juni 2013, berbagai proyek untuk membantu Jokowi sudah mulai terlihat hasilnya.

Sesuai dengan jadwal kerjanya, Dahlan Iskan dalam waktu dekat akan menuju Hong Kong, China, Thailand, dan terakhir di Myanmar. Keberangkatan Dahlan Iskan guna meninjau peresmian "Kantor BUMN Bersama" di kawasan itu sejalan dengan gencarnya ekspansi bisnis sejumlah BUMN ke luar negeri.

Sumber: Antara/ Suara Pembaruan