Oknum TNI Diminta Tak Salahgunakan Jiwa Korsa

Oknum TNI Diminta Tak Salahgunakan Jiwa Korsa
Ilustrasi prajurit TNI AD. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho Minggu, 21 April 2013 | 15:17 WIB

Jakarta - Sekretaris Departemen Hankam DPP PDI Perjuangan, Valens Daki-Soo menyesalkan kejadian masuknya beberapa anggota TNI AD Yon Zipur 13 ke dalam kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) malam.

Valens mengaku pada saat kejadian tengah berada di DPP PDI Perjuangan dan sempat ikut menginterogasi dua oknum tentara yang diamankan oleh wakil pribadi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Dari kejadian itu, Valen mengatakan harusnya para oknum tentara itu menjaga disiplin dan sikap keprajuritan, tidak boleh mengulangi insiden penyerangan oknum TNI lainnya yang sungguh merugikan citra TNI sendiri dan merusak hubungannya dengan rakyat.

"Apalagi mereka sampai merangsek masuk ke kompleks DPP partai politik, itu bisa memancing interpretasi macam-macam." Kata Valens dalam keterangannya diterima di Jakarta, Minggu (21/4).

Dia mengatakan untung saja masalah tersebut sudah dapat diselesaikan para senior PDI Perjuangan seperti Tubagus Hasanuddin.

Diapun menghimbau kepada para prajurit TNI untuk perlu menegakkan disiplin, mengontrol diri, menunjukkan jiwa ksatria dan menjadi pengayom rakyat.

"Jiwa korsa pun jangan diterapkan secara keliru dan salah kaprah. Jiwa korsa itu ditegakkan untuk kebaikan umum dan kepentingan rakyat," tegas Valens.

Seperti diketahui, sejumlah oknum TNI dari Yon Zikok 13 Jakarta, mengamuk di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Awal kejadian tersebut dipicu dengan terjadinya kecelakan antara pengendara kendaraan roda dua, yang melibatkan seorang prajurit TNI dan seorang anak SMA.