Logo BeritaSatu

Kejaksaan Tangkap Buron Terpidana Pembobol BRI

Sabtu, 15 Juni 2013 | 09:41 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / B1

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap mantan Komisaris PT Delta Makmur Ekspresindo Yudi Kartolo, terpidana kasus pembobolan Bank BRI Cabang Segitiga Senen, Jakpus, sebesar Rp 180 miliar.

Yudi yang telah dinyatakan buron sejak 2005 divonis 15 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, dan membayar uang pengganti Rp 55 miliar oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakpus pada 22 Juli 2004.

"Dia berhasil diamankan di sebuah rumah kontrakan di Taman Senayan 3 blok HH 1 no 18, Bintaro sektor 9. Keluruhan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren RT 05/15 pada pukul 22:56 WIB," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Jumat (14/6).

Selanjutnya, Untung menuturkan, Yudi Kartolo akan dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada Sabtu (15/6).

"Eksekusi oleh Kejaksaan Negeri Jakpus, akan dibawa ke Sukamiskin. Dia merupakan buron Interpol, setelah putusan pada tingkat pertama telah diperkuat Mahkamah Agung (MA) berdasarkan putusan MA Nomor : 447/K/Pid/2005 Tanggal 24 Juni 2005," ujarnya.

Kasus tersebut ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Kejati menetapkan empat orang tersangka termasuk Yudi dalam kasus ini yakni, mantan Dirut PT Delta Makmur Ekspresindo Hartono Tjahjadjaja, mantan pimpinan cabang BRI Cabang Segitiga Senen Deden Gumilar, dan mantan pimpinan Kantor Cabang Pembantu BRI Pasar Tanah Abang, Jakpus Agus Riyanto. Keempatnya telah divonis bersalah.

Menyeret Jamwas
Perkara tersebut sempat muncul kembali ke publik setelah Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy melaporkan advokat M Fajriska Mirza alias Boy Fajriska ke Mabes Polri atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial twitter.

Marwan meyakini kalau akun @triomacan2000 merupakan milik Boy yang merupakan penasihat hukum Hartono.

Perkara Boy Fajriska sedang berproses di Pengadilan Negeri Jaksel. Sementara Marwan dinyatakan tidak bersalah oleh Tim Khusus (Timsus) yang dibentuk Jaksa Agung Basrief Arief untuk mengklarifikasi tudingan yang disebar melalui akun @Triomacan2000 yang menyebut Marwan menggelapkan barang bukti senilai Rp 500 miliar, dalam perkara tersebut sewaktu menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI.

Wakil Jaksa Agung Darmono selaku Ketua Timsus, pada 7 Agustus 2012 menjelaskan, jumlah barang bukti yang disita oleh penyidik Kejati DKI yang menangani perkara tersebut mencapai Rp 47 miliar, dan tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya penggelapan barang bukti sebagaimana yang dituduhkan kepada Marwan.

Uang tersebut mencakup berkas perkara tersangka Deden Gumilar sejumlah Rp 33 miliar, dan 3 juta US$, Agus Riyanto Rp 2 miliar, dan tersangka Hartono pada kantor Surya Kencana Bogor berjumlah Rp 9 miliar.

Namun demikian, Darmono mengatakan terdapat selisih Rp 2 miliar dari uang yang disita dengan bukti yang diajukan ke pengadilan.

"Memang ada selisih antara jumlah yang dilakukan penyitaan dengan yang diajukan pengadilan dengan jumlah yang diblokir dan dijadikan barang bukti mencapai Rp 2 miliar. Kenapa terjadi selisih, karena begitu diblokir kemudian dimasukan rekening ada satu rekening yang tidak dimasukan dalam berita acara penyitaan ketika dimintakan izin," kata Darmono.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Minyak Naik karena Pelonggaran Lockdown Tiongkok

Harga Minyak Naik karena Pelonggaran Lockdown Tiongkok

EKONOMI | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings