45 Tewas, Banyak Korban Gempa Aceh Belum Tersentuh Bantuan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

45 Tewas, Banyak Korban Gempa Aceh Belum Tersentuh Bantuan

Jumat, 5 Juli 2013 | 00:20 WIB
Oleh : Muhammad Hamzah / B1

Banda Aceh - Tim SAR, relawan dan aparat TNI/Polri, terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban gempa yang tertimbun longsor dan reruntuhan bangunan, hingga Kamis (4/7). Sementara, jumlah korban terus bertambah, dengan sebanyak 45 warga ditemukan meninggal dan sekitar 15 lainnya masih dinyatakan hilang.

Gempa di Aceh Tengah dan Bener Meriah ini sendiri telah ditetapkan sebagai bencana darurat provinsi. Sejauh ini, jumlah korban serta masalah distribusi bantuan sendiri masih simpang-siur, dalam arti belum ada kesamaan pandangan antara masing-masing instansi, baik di provinsi maupun khususnya di Aceh Tengah.

Camat Ketol, Muhammad Saleh, saat dikonfirmasi wartawan media ini via telepon di Takengon, Kamis (4/7) malam mengatakan, kawasan terparah diguncang gempa adalah Desa Bah, Serembah, dan Cang Duri Bah. Kawasan itu, hingga Kamis malam menurutnya, masih belum bisa ditembus baik melalui jalan darat ataupun via heli.

Pemkab setempat, menurut Saleh, sudah mengeluarkan instruksi bahwa desa-desa tersebut sudah tidak bisa dihuni lagi. Apabila masih ada penduduk, mereka akan direlokasi, sebab daerah tersebut kini sudah porak-poranda. Dilaporkan bahwa di daerah tersebut perkampungan telah terbelah dua, dan sebagian besar sudah ditenggelamkan oleh air yang meluap pasca gempa.

Menurut Saleh, saat ini ada 200 jiwa warga Serampah yang selamat diungsikan ke desa lain, yakni ke Kute Gelime. Mereka nantinya akan direlokasi ke tempat lain. Sedangkan terhadap nasib ratusan warga lain yang daerahnya masih terisolir, menurutnya akan segera dibukakan jalan dengan alat berat, sementara penyaluran bantuan diupayakan dengan heli.

Zainuddin Aman, salah seorang warga Gele Aceh Tengah, mengatakan bahwa tim SAR dan petugas kemanusiaan lebih fokus melakukan tugas kemanusiaan pada lokasi terparah gempa, seperti di Kecamatan Ketol. Hal ini menurutnya terlihat baik di Aceh Tengah maupun di Bener Meriah. Akibatnya, banyak kawasan yang belum mendapat bantuan jadi terabaikan. Padahal menurutnya, kawasan yang masih terlupakan ini juga tergolong parah, meski mereka tidak terisolir.

"Banyak korban di sana butuh air bersih, tenda tempat berteduh. Apalagi pada malam hari, kawasan itu dihembus angin kencang dan juga kadang-kadang hujan. Kasihan anak-anak, butuh selimut juga tidak ada," sebutnya.

Zainuddin menambahkan, selain masalah air, makanan serta obat-obatan juga tergolong sangat mereka butuhkan. Para pengungsi pun dilaporkan kerap menggigil karena kekurangan selimut, khususnya mereka yang kediamannya rusak parah sehingga barang-barang isi rumahnya tak bisa lagi dikeluarkan.

Berbagai sumber yang dihimpun di Aceh Tengah dan Takengon, menyebutkan bahwa sejumlah kawasan terparah gempa dan tidak dalam kategori terisolir, memang masih sangat minim perhatian, bahkan ada daerah yang sama sekali belum terjamah bantuan.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Artanto menyebutkan, saat ini di Aceh Tengah ada lima desa lagi yang masih terisolir dan belum bisa ditembus lewat darat, kerena jalan menuju ke sana telah amblas ke jurang, ditambah adanya sejumlah titik longsor akibat gempa. Sementara menurutnya, warga Gampung yang sebelumnya terisolir, telah bisa dievakuasi dan penduduknya diungsikan ke posko Polda Aceh.

Sementara, Kepala BPBD Aceh Tengah, Subhan Sahara mengatakan, saat ini dibutuhkan ribuan lembar tenda untuk menampung masyarakat yang tidak berani berada dalam rumah karena takut adanya gempa susulan serta lantaran sebagian besar rumahnya sudah hancur. Apalagi dengan cuaca Aceh Tengah yang tengah dingin dan disertai hujan. Menurutnya, banyak pengungsi dengan inisiatif sendiri lantas membuat tenda ala kadarnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Kepala BPBD Bener Meriah, Fauzi, yang mengaku sedang mengupayakan agar tenda besar bisa diperoleh untuk menampung pengungsi yang terpencar-pencar karena tidak cukupnya tenda.

Berdasarkan data yang dikeluarkan posko bencana setempat, sejauh ini rumah yang tercatat hancur mencapai 3.937 unit. Rinciannya, di Aceh Tengah mencapai 3.187 yang rusak, terdiri dari kantor pemerintah sebanyak 29 unit, sarana pendidikan 37 unit, 35 unit sarana kesehatan, serta rumah ibadah sebanyak 115. Sedangkan di Bener Meriah tercatat 500 rusak berat, 250 rusak ringan.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara mengatakan, saat ini setidaknya ada 450 warga yang terluka akibat gempa. Semua korban menurutnya sudah ditangani dengan baik oleh tim medis, dengan yang dirawat inap hanya mereka yang cukup parah.

Khairul menambahkan, dari dua kabupaten yang terkena musibah ini, Aceh Tengah tercatat jauh lebih parah dibandingkan dengan Bener Meriah. Di mana menurutnya di Aceh Tengah meliputi 9 kecamatan (Ketol, Silih Nara, Kute Panang, Bies, Rusip, Celala, Bebesen, Lut Tawar dan Kebayakan), sementara di Bener Merih hanya menimpa 3 kecamatan (Timang Gajah, Wih Pesam dan Bukit).

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Antisipasi Tsunami Terulang, BMKG Sempurnakan Sistem Peringatan Dini

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya dan kementerian/lembaga terkait sedang menyempurnakan sistem gempabumi dan peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 19 September 2021

Dirtipidum: Napoleon Pukuli dan Lumuri M Kece dengan Kotoran

Hasil pemeriksaan perkara penganiayaan yang dialami Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri terungkap bahwa Napoleon Bonaparte memukuli dan melumuri kotoran

NASIONAL | 19 September 2021

Komisi I DPR Dukung Peremajaan Alutsista Koamarda II Surabaya

Komisi I DPR mendukung peremajaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Koarmada II Surabaya.

NASIONAL | 19 September 2021

9 Nakes Korban Kekerasan KKB Jalani Pemulihan Trauma

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan korban kekerasan d Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin (13/9/2021)saat ini menjalani pemulihan trauma

NASIONAL | 19 September 2021

Mulai 25 September, Denpasar Terapkan Ganjil Genap di Daerah Tujuan Wisata

Polrestra Denpasar akan menerapkan peraturan lalu lintas berupa penyekatan ganjil genap bagi kendaraan di Daerah Tujuan Wisata (DTW) mulai 25 September 2021.

NASIONAL | 19 September 2021

Wasekjen Demokrat Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honorer

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan meminta pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer.

NASIONAL | 19 September 2021

BNPT: Sikap Intoleran Sebabkan Bencana, Hargai Perbedaan

Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, sikap intoleran terhadap agama dapat menyebabkan bencana sehingga mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan

NASIONAL | 19 September 2021

Ini Isi Lengkap Surat Terbuka Irjen Napoleon Soal Penganiayaan M Kece

Irjen Napoleon Bonaparte menuliskan surat terbuka terkait dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece atau Muhammad Kace. Ini isi lengkap surat tersebut.

NASIONAL | 19 September 2021

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Mukomuko

Sebanyak 108 rumah warga Desa Rawa Mulya Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, sejak Sabtu (18/9/2021) sampai Minggu (19/9/2021) terendam banjir.

NASIONAL | 19 September 2021

Tulis Surat Terbuka, Irjen Napoleon Bonaparte Bertanggung Jawab atas Penganiayaan Muhammad Kece

Dalam surat terbuka, Irjen Napoleon Bonaparte mengaku akan bertanggung jawab atas dugaan pemukulan terhadap Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri.

NASIONAL | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Barcelona vs Granada: Tuan Rumah di Atas Angin

Barcelona vs Granada: Tuan Rumah di Atas Angin

BOLA | 31 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings