Rumah Dirusak, Pemain Persebaya Minta Polisi Tangkap Pelaku

Rumah Dirusak, Pemain Persebaya Minta Polisi Tangkap Pelaku
( Foto: beritasatu.com )
/ YS Selasa, 13 Agustus 2013 | 06:28 WIB

Makassar - Pemain Persebaya yang juga korban penyerangan, Akbar Rasyid, mendesak pihak kepolisian segera menangkap pelaku pengrusakan rumahnya di Jl Regge I Makassar pada 23 Juli dan 8 Agustus 2013 lalu.

Akbar Rasyid kepada wartawan di Makassar, Selasa (13/8) mengatakan, polisi juga tidak lagi punya alasan menunda- nunda karena saksi yang diminta sudah lengkap. Pihaknya baru saja membawa saksi tambahan demi mempercepat penyelidikan.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi. Apalagi kejadian itu justru terjadi di saat bulan Ramadan dan Idul Fitri.

"Polsek Tallo di media mengatakan belum bisa melakukan tindakan karena saksi yang masih kurang. Makanya, Senin pagi (12/8) kita kembali bawa saksi tambahan. Saya kira polisi tidak lagi punya alasan dan segera menangkap pelakunya," jelasnya.

Mantan Pemain Persisam Samarinda itu sangat berharap kasus itu segera terselesaikan demi rasa keadilan. Apalagi, persoalan itu membuat agendanya ikut terganggu. Akbar mengaku terpaksa tidak memenuhi panggilan bergabung dalam tim di Surabaya karena masih mengurus masalah itu.

"Saya seharusnya sudah bergabung dalam tim Minggu (11/8). Namun, karena lambatnya kinerja polisi, sehingga membuat saya memilih tetap di Makassar. Saya juga berharap pengertian tim dan pelatih atas keterlambatan saya bergabung," katanya.

Sebelumnya, mantan pemain PSM Makassar itu telah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Polsek Tallo. Sebab kejadian penyerangan tersebut tidak hanya sekali namun berulang-ulang. Pihaknya juga menilai aparat tidak serius menangani dan mencegah terjadinya penyerangan susulan

Pada penyerangan 23 Juli 2013, sejumlah pemuda tidak hanya menyerang dan merusak rumah. Gerombolan itu juga menjarah sejumlah barang seperti uang tunai, ponsel, 15 bola, dan televisi. Bahkan, orangtuanya terkena panah.

Sekelompok pemuda yang diduga berasal dari Jl AR Dg Ngunjung Makassar tersebut melakukan pengrusakan dengan melempari rumah Akbar dan warga sekitar serta menghancurkan jendela, pagar, pintu, dan lain-lain.

Selanjutnya pada penyerangan kedua yang bertepatan dengan hari raya Idul Fitri, kelompok pemuda tersebut kembali melakukan pengrusakan bagian luar dan dalam rumah termasuk kloset (WC) rumah ikut dihancurkan.

"Keluarga kami saat ini terpaksa mengungsi di tempat yang lebih aman. Mudah-mudahan kejadian ini cepat selesai agar keluarga bisa kembali berkumpul," ujarnya.

Sumber: antara